Kompas.com - 19/06/2021, 16:59 WIB
Calon presiden Iran Ebrahim Raisi melambai ke media setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Teheran, Iran, Jumat (18/6/2021). Iran menggelar pemungutan suara dalam pemilihan presiden pada Jumat. AP PHOTO/EBRAHIM NOROOZICalon presiden Iran Ebrahim Raisi melambai ke media setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Teheran, Iran, Jumat (18/6/2021). Iran menggelar pemungutan suara dalam pemilihan presiden pada Jumat.

TEHERAN, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan, Ebrahim Raisi merupakan presiden terpilih Iran.

Dia menambahkan, negara-negara lain harus bekerja dengan Raisi mulai dari sekarang sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Ebrahim Raisi Pimpin Penghitungan Suara Pilpres Iran, Ucapan Selamat Mengalir

Zarif melontarkan pengumuman tersebut pada Sabtu (19/6/2021), berselang sehari setelah pemungutan suara pemilihan presiden (pilpres) Iran digelar.

Dia meyakini, Raisi bakal memimpin Iran dengan baik.

Diberitakan sebelumnya, Raisi memimpin penghitungan suara dalam pilpres Iran. Seorang pejabat Iran mengatakan, Raisi mendulang 17,8 juta suara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pejabat itu menambahkan, lebih dari 28 juta warga Iran dari 59 juta pemilih yang memenuhi syarat telah memberikan suaranya.

Baca juga: Ulama Garis Keras Ebrahim Raisi Makin Dekat Jadi Presiden Iran

Raisi merupakan seorang hakim sekaligus ulama Syiah garis keras yang berusia 60 tahun. Dia dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sebelum pemilihan presiden digelar, banyak yang memprediksi Raisi akan memenangi kontestasi karena didukung Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Iran Hassan Rouhani yang akan lengser memberi selamat kepada presiden pilihan rakyat, tanpa menyebutkan nama.

Baca juga: Pemilu Iran: Pemungutan Suara Selesai, Ini Para Capresnya

"Karena belum diumumkan secara resmi, saya akan menunda memberikan selamat secara resmi. Tapi sudah jelas siapa yang paling banyak mendapat suara," kata Rouhani.

Pemilihan presiden Iran digelar pada saat yang kritis. Iran dan enam negara besar tengah dalam pembicaraan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Selama kampanye, Raisi tidak menawarkan program politik atau ekonomi yang terperinci. Namun, Raisi mendukung dihidupkannya kembali kesepakatan nuklir.

Baca juga: Iran Semakin Mendekati Batas Minimal Bahan untuk Membuat Nuklir


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Global
Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Global
Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Global
Raja Malaysia Kecewa Berat, Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Raja Malaysia Kecewa Berat, Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Global
Alaska Dilanda Gempa Magnitudo 8,2, Memicu Peringatan Tsunami

Alaska Dilanda Gempa Magnitudo 8,2, Memicu Peringatan Tsunami

Global
Covid-19 Varian Delta Timbulkan Lonjakan Kasus di 3 Provinsi China

Covid-19 Varian Delta Timbulkan Lonjakan Kasus di 3 Provinsi China

Global
Miliarder Peternak Babi China Dituding Jadi Provokator Dihukum Penjara 18 Tahun

Miliarder Peternak Babi China Dituding Jadi Provokator Dihukum Penjara 18 Tahun

Global
Pejabat Tinggi China dan Taliban Bertemu Jelang Penarikan Penuh Pasukan AS dari Afghanistan

Pejabat Tinggi China dan Taliban Bertemu Jelang Penarikan Penuh Pasukan AS dari Afghanistan

Global
Potret Hidup Sederhana Presiden Baru Peru: Rumah di Kampung Miskin, Istrinya Guru Desa

Potret Hidup Sederhana Presiden Baru Peru: Rumah di Kampung Miskin, Istrinya Guru Desa

Global
2 Remaja Curi Perhiasan di Tubuh Jenazah lalu Unggah Video di Media Sosial

2 Remaja Curi Perhiasan di Tubuh Jenazah lalu Unggah Video di Media Sosial

Global
Kantor Google AS Wajibkan Pekerja Divaksinasi Penuh Sebelum Masuk Kerja

Kantor Google AS Wajibkan Pekerja Divaksinasi Penuh Sebelum Masuk Kerja

Global
Kudeta Tunisia: Kepala Stasiun TV Nasional Dipecat karena Larang Aktivis Tampil

Kudeta Tunisia: Kepala Stasiun TV Nasional Dipecat karena Larang Aktivis Tampil

Global
Diprotes Soal Aturan Covid-19, Presiden Perancis Digambarkan seperti Hitler dalam Reklame Raksasa

Diprotes Soal Aturan Covid-19, Presiden Perancis Digambarkan seperti Hitler dalam Reklame Raksasa

Global
Panduan Baru Covid-19 CDC Membingungkan, Direktur CDC Ditekan dalam Wawancara TV

Panduan Baru Covid-19 CDC Membingungkan, Direktur CDC Ditekan dalam Wawancara TV

Global
Kalahkan Elon Musk, Perusahaan Kecil AS Inilah yang Disetujui untuk Uji Chip Otak Manusia

Kalahkan Elon Musk, Perusahaan Kecil AS Inilah yang Disetujui untuk Uji Chip Otak Manusia

Global
komentar
Close Ads X