Kompas.com - 09/06/2021, 14:18 WIB
Pengunjuk rasa anti-kudeta menunjukkan tanda tiga jari perlawanan pada Kamis (3/6/2021) di Yangon, Myanmar. Perlawanan terhadap kekuasaan militer tetap meluas empat bulan setelah pemimpin sipil Aung San Suu Kyi digulingkan dari kekuasaan pada 1 Februari 2021. AP PHOTOPengunjuk rasa anti-kudeta menunjukkan tanda tiga jari perlawanan pada Kamis (3/6/2021) di Yangon, Myanmar. Perlawanan terhadap kekuasaan militer tetap meluas empat bulan setelah pemimpin sipil Aung San Suu Kyi digulingkan dari kekuasaan pada 1 Februari 2021.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Dikhawatirkan akan ada banyak korban jiwa dalam skala yang besar di negara bagian Kayah, Myanmar, sejak militer melakukan kudeta pada 1 Februari.

Lebih dari 100.000 orang di negara bagian tersebut meninggalkan rumah mereka untuk menghindari konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh utusan khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar Thomas Andrews pada Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Kabur dari Junta Militer, Wartawan Myanmar Dapat Suaka dari Thailand

Militer Myanmar telah berjuang di berbagai bidang untuk menegakkan ketertiban sejak menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan pemerintah terpilihnya.

Kudeta tersebut ditentang oleh rakyat Myanmar dan memicu aksi protes berskala nasional sebagaimana dilansir Reuters.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Negara bagian Kayah merupakan wilayah yang berbatasan dengan Thailand.

Wilayah ini adalah salah satu dari beberapa wilayah di mana relawan Pasukan Pertahanan Rakyat bentrok dengan tentara Myanmar yang bersenjata lengkap.

Tentara Myanmar merespons perlawanan rakyat di sana dengan artileri dan serangan udara. Respons tersebut memicu orang-orang sipil terpaksa lari dari rumahnya ke hutan terdekat.

Baca juga: Singapura: Mengecewakan Progres Penyelesaian Krisis Kudeta Myanmar Sangat Lambat

"Serangan brutal junta tanpa pandang bulu mengancam kehidupan ribuan pria, wanita dan anak-anak di Negara Bagian Kayah," kata Andrews.

“Kematian massal karena kelaparan, penyakit, dan paparan, dalam skala yang belum pernah kita lihat sejak kudeta 1 Februari, bisa terjadi di negara bagian Kayah jika tidak ada tindakan segera," tutur Andrews.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Ledakan Pabrik Kimia Jerman: Satu Orang Tewas, Empat Masih Hilang

UPDATE Ledakan Pabrik Kimia Jerman: Satu Orang Tewas, Empat Masih Hilang

Global
Bongkahan Safir Bintang Terbesar di Dunia Ditemukan di Sri Lanka, Ditaksir Nilainya Rp 1,4 Triliun

Bongkahan Safir Bintang Terbesar di Dunia Ditemukan di Sri Lanka, Ditaksir Nilainya Rp 1,4 Triliun

Global
Haiti: Permintaan Maaf Jaringan TV Korea Selatan “Tidak Cukup” soal Deskripsi Negara di Pembukaan Olimpiade

Haiti: Permintaan Maaf Jaringan TV Korea Selatan “Tidak Cukup” soal Deskripsi Negara di Pembukaan Olimpiade

Global
Banjir Jerman: Sirine Peringatan Modern Mati, Biarawan Bunyikan “Lonceng Badai” Abad Pertengahan

Banjir Jerman: Sirine Peringatan Modern Mati, Biarawan Bunyikan “Lonceng Badai” Abad Pertengahan

Global
Tak Sadar Kamar Mandinya Tembus Pandang, Gadis Ini Disurati Tetangga

Tak Sadar Kamar Mandinya Tembus Pandang, Gadis Ini Disurati Tetangga

Global
Faskes Ibu Kota Penuh, Thailand Kirim Pasien Covid-19 ke Kampungnya dengan Kereta Api

Faskes Ibu Kota Penuh, Thailand Kirim Pasien Covid-19 ke Kampungnya dengan Kereta Api

Global
Gara-gara Pakai Celana Jins, Seorang Gadis di India Dibunuh Keluarga Sendiri

Gara-gara Pakai Celana Jins, Seorang Gadis di India Dibunuh Keluarga Sendiri

Global
Ketika T-Rex Jemput Adik Pulang Sekolah dan Jumpa Fans dengan Anak-anak

Ketika T-Rex Jemput Adik Pulang Sekolah dan Jumpa Fans dengan Anak-anak

Global
Robot Hitam ala Film Fiksi Ilmiah Meriahkan Olimpiade Tokyo, Apa Kemampuannya?

Robot Hitam ala Film Fiksi Ilmiah Meriahkan Olimpiade Tokyo, Apa Kemampuannya?

Global
Rusia Tak Boleh Pakai Nama, Bendera, dan Lagu Kebangsaan di Olimpiade Tokyo, Mengapa?

Rusia Tak Boleh Pakai Nama, Bendera, dan Lagu Kebangsaan di Olimpiade Tokyo, Mengapa?

Global
Bikin Konten Berbahaya Pura-pura Tersambar Kereta Api, Influencer India Langsung Dipolisikan

Bikin Konten Berbahaya Pura-pura Tersambar Kereta Api, Influencer India Langsung Dipolisikan

Global
Peneliti Temukan Komet Terbesar, Seribu Kali Lebih Besar dari Lainnya

Peneliti Temukan Komet Terbesar, Seribu Kali Lebih Besar dari Lainnya

Global
Pabrik Kimia Jerman Meledak, Warga Diminta Tutup Rapat Jendela dan Pintu Rumah

Pabrik Kimia Jerman Meledak, Warga Diminta Tutup Rapat Jendela dan Pintu Rumah

Global
Jeff Bezos Tawarkan NASA Puluhan Triliun agar Dapat Kontrak Misi ke Bulan

Jeff Bezos Tawarkan NASA Puluhan Triliun agar Dapat Kontrak Misi ke Bulan

Global
Kisah Perang Sepak Bola: Honduras vs El Salvador Bertempur Usai Kualifikasi Piala Dunia 1970

Kisah Perang Sepak Bola: Honduras vs El Salvador Bertempur Usai Kualifikasi Piala Dunia 1970

Internasional
komentar
Close Ads X