Kompas.com - 07/06/2021, 15:43 WIB
Pengunjuk rasa anti-kudeta memberikan hormat tiga jari selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat, 14 Mei 2021. APPengunjuk rasa anti-kudeta memberikan hormat tiga jari selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat, 14 Mei 2021.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Empat warga desa, termasuk seorang ayah dan anak, ditembak mati tentara Myanmar di desa Hlay Swea, Kotapraja Kyonpyaw, Ayeyarwady.

Melansir The Irrawaddy, insiden berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Tentara Myanmar Gunakan Warga Desa sebagai Tameng Hidup Lawan Pemberontak

Mulanya, tentara Myanmar menahan warga desa yang lebih tua bernama U Kyay dan seorang pria yang lebih muda.

U Kyay, yang menjual pisang ke pengecer di Yangon, ditahan karena dicurigai membawa senjata.

Warga desa mengatakan, tuduhan yang dilontarkan tentara Myanmar adalah tuduhan palsu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena tak terima, para warga desa lantas menghadapi tentara Myanmar dengan ketapel dan senjata gas rakitan.

Baca juga: Bentrokan Terbaru di Myanmar 20 Orang Tewas, Total 845 Sejak Kudeta

Selama bentrok dengan tentara Myanmar yang bersenjata lengkap, seorang ayah beserta anaknya, serta seorang pemuda desa tewas di tangan tentara Myanmar.

Pasukan juga menembak mati seorang pemuda desa yang mengendarai sepeda motor karena menolak untuk berhenti.

Penduduk desa mengatakan, U Kyay diperkirakan telah dibunuh selama dia diinterogasi oleh tentara Myanmar.

Seorang warga desa Hlay Swea mengatakan kepada The Irrawaddy bahwa kolaborator memimpin pasukan ke rumah-rumah pengunjuk rasa anti-junta militer.

Baca juga: Tentara Myanmar Bentrok dengan Warga Desa, 3 Orang Tewas

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raja Malaysia Kecewa Berat, Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Raja Malaysia Kecewa Berat, Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Global
Alaska Dilanda Gempa 8,2 Magnitudo Memicu Peringatan Tsunami

Alaska Dilanda Gempa 8,2 Magnitudo Memicu Peringatan Tsunami

Global
Covid-19 Varian Delta Timbulkan Lonjakan Kasus di 3 Provinsi China

Covid-19 Varian Delta Timbulkan Lonjakan Kasus di 3 Provinsi China

Global
Miliarder Peternak Babi China Dituding Jadi Provokator Dihukum Penjara 18 Tahun

Miliarder Peternak Babi China Dituding Jadi Provokator Dihukum Penjara 18 Tahun

Global
Pejabat Tinggi China dan Taliban Bertemu Jelang Penarikan Penuh Pasukan AS dari Afghanistan

Pejabat Tinggi China dan Taliban Bertemu Jelang Penarikan Penuh Pasukan AS dari Afghanistan

Global
Potret Hidup Sederhana Presiden Baru Peru: Rumah di Kampung Miskin, Istrinya Guru Desa

Potret Hidup Sederhana Presiden Baru Peru: Rumah di Kampung Miskin, Istrinya Guru Desa

Global
2 Remaja Curi Perhiasan di Tubuh Jenazah lalu Unggah Video di Media Sosial

2 Remaja Curi Perhiasan di Tubuh Jenazah lalu Unggah Video di Media Sosial

Global
Kantor Google AS Wajibkan Pekerja Divaksinasi Penuh Sebelum Masuk Kerja

Kantor Google AS Wajibkan Pekerja Divaksinasi Penuh Sebelum Masuk Kerja

Global
Kudeta Tunisia: Kepala Stasiun TV Nasional Dipecat karena Larang Aktivis Tampil

Kudeta Tunisia: Kepala Stasiun TV Nasional Dipecat karena Larang Aktivis Tampil

Global
Diprotes Soal Aturan Covid-19, Presiden Perancis Digambarkan Seperti Hitler dalam Reklame Raksasa

Diprotes Soal Aturan Covid-19, Presiden Perancis Digambarkan Seperti Hitler dalam Reklame Raksasa

Global
Panduan Baru Covid-19 CDC Membingungkan, Direktur CDC Ditekan dalam Wawancara TV

Panduan Baru Covid-19 CDC Membingungkan, Direktur CDC Ditekan dalam Wawancara TV

Global
Kalahkan Elon Musk, Perusahaan Kecil AS Inilah yang Disetujui untuk Uji Chip Otak Manusia

Kalahkan Elon Musk, Perusahaan Kecil AS Inilah yang Disetujui untuk Uji Chip Otak Manusia

Global
Sebut Atlet Korea Selatan Sipit, Komentator Olahraga Yunani Dipecat

Sebut Atlet Korea Selatan Sipit, Komentator Olahraga Yunani Dipecat

Global
China Tunjuk 'Prajurit Serigala' Jadi Dubes Baru di AS, Lebih Galak dari Pendahulunya

China Tunjuk "Prajurit Serigala" Jadi Dubes Baru di AS, Lebih Galak dari Pendahulunya

Global
Kasus Melonjak, Thailand Ubah Fasilitas Bandara Bangkok Jadi Rumah Sakit Covid-19 Darurat

Kasus Melonjak, Thailand Ubah Fasilitas Bandara Bangkok Jadi Rumah Sakit Covid-19 Darurat

Global
komentar
Close Ads X