Kompas.com - 08/06/2021, 11:29 WIB
Pengunjuk rasa anti kudeta mengibarkan bendera partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat (14/5/2021). APPengunjuk rasa anti kudeta mengibarkan bendera partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat (14/5/2021).

CHONGQING, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan pada Senin (7/6/2021) bahwa progres penyelesaian krisis kudeta Myanmar yang "sangat lambat" membuat kecewa.

Situasi di Myanmar menjadi salah satu yang dibahas dalam diskusi di Pertemuan Spesial ASEAN dengan Menteri Luar Negeri China di Chongqing, China.

Baca juga: Bentrok dengan Warga Desa, Tentara Myanmar Bunuh 4 Orang

"Semua bersatu dalam keperluan untuk segera menghentikan kekerasan, tentang perlunya pembebasan tahanan dan untuk negosiasi serta dialog yang berarti di antara berbagai pihak," ujar Balakrishnan seperti yang dilansir dari Channel News Asia pada Senin (7/6/2021).

"Dan penunjukkan duta ASEAN akan masuk akal, jika ada keinginan tulus di dalam Myanmar sendiri untuk dialog dan negosiasi serta rekonsiliasi yang tulus. Jadi ini masih dalam proses," jelasnya.

Baca juga: Tentara Myanmar Gunakan Warga Desa sebagai Tameng Hidup Lawan Pemberontak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sejujurnya kami kecewa karena progresnya sangat lambat. Sayangnya, kita tahu bahwa masih ada warga sipil yang menjadi korban luka atau tewas," ungkapnya.

Selain itu, Menlu Singapura ini menyebutkan bahwa masih banyak tahanan politik yang tidak dibebaskan.

Menurut politisi Partai Aksi Rakyat Singapura ini, "tidak ada tanda-tanda nyata dari hasil dialog dan negosiasi politik yang berarti. Jadi, kita harus mengawasi."

Baca juga: Bentrokan Terbaru di Myanmar 20 Orang Tewas, Total 845 Sejak Kudeta

Balakrishnan menegaskan bahwa peran utama ASEAN adalah bukan untuk ikut campur masalah dalam negeri Myanmar, "pada akhirnya, hanya orang-orang di Myanmar yang dapat menentukan masa depannya".

"Namun, ASEAN siap membantu, mendukung, memfasilitasi mediasi, jika memungkinkan, tetapi kami harus menunggu. Ini mengecewakan, tapi tidak jangan putus asa," ucap Menlu Singapura.

Baca juga: Tentara Myanmar Bentrok dengan Warga Desa, 3 Orang Tewas

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X