Kirim Pesan Butuh Tabung Oksigen di Twitter, Seorang Pria di India Dituntut Pidana

Kompas.com - 29/04/2021, 12:03 WIB
Pekerja kesehatan menangani eorang pasien di Rumah Sakit Jumbo Covid-19 di Mumbai, India, pada 26 April 2021. Infeksi baru membuat negara itu kelimpungan karena jumlah kasus yang terus meningkat. AP PHOTO/Rafiq MaqboolPekerja kesehatan menangani eorang pasien di Rumah Sakit Jumbo Covid-19 di Mumbai, India, pada 26 April 2021. Infeksi baru membuat negara itu kelimpungan karena jumlah kasus yang terus meningkat.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Polisi di India menuntut seorang pria yang bertanya di Twitter bagaimana cara mendapatkan tabung oksigen untuk kakeknya yang sekarat.

Pejabat di negara bagian Uttar Pradesh menuduh Shashank Yadav telah menyebarkan rumor tentang kekurangan tabung oksigen "dengan maksud untuk menimbulkan...ketakutan atau kekhawatiran".

Yadav, yang tidak menyebutkan kata Covid-19 sedikit pun dalam tweet-nya, terancam hukuman penjara, seperti dilansir BBC pada Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Kengerian Covid-19 di India: Jenazah Ibu Dibawa Anaknya Pakai Sepeda Motor

Uttar Pradesh adalah negara bagian di India yang memang mengalami dampak paling parah dari pandemi Covid-19.

Kepala Menteri Negara Bagian Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, selama ini dianggap telah meremehkan krisis virus corona di India.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awal pekan ini, Adityanath, sekutu sayap kanan Perdana Menteri India Narendra Modi, menuntut siapa pun yang menyebarkan rumor dan propaganda propertinya akan disita.

Dia juga mengeklaim bahwa tidak ada rumah sakit negara bagian yang kekurangan tabung oksigen, meski telah terungkap kondisi nyata sistem kesehatan di sana yang kewalahan.

Baca juga: Cara Ekspatriat Kabur dari Tsunami Covid-19 India: Carter Jet Pribadi ke UEA

Informasi sesat

Para pejabat di kota Amethi mengeklaim "tweet yang salah" Yadav mendorong orang lain membuat tuduhan melawan pemerintah, dan mereka mengajukan tuntutan pidana terhadapnya pada Selasa (27/4/2021) malam waktu setempat.

"Shashank Yadav telah menyebarkan informasi menyesatkan," kata Arpit Kapoor, pejabat polisi senior di Amethi, menurut laporan Indian Express.

Para kritikus mengatakan, tindakan itu mencerminkan erosi umum kebebasan sipil dan kebebasan berbicara selama beberapa tahun terakhir.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria 19 Tahun Didakwa sebagai Dalang Kelompok Bunuh Diri Remaja

Pria 19 Tahun Didakwa sebagai Dalang Kelompok Bunuh Diri Remaja

Global
KISAH MISTERI: Pasukan X, Satuan Komando Rahasia Yahudi, Pahlawan Perang Dunia II

KISAH MISTERI: Pasukan X, Satuan Komando Rahasia Yahudi, Pahlawan Perang Dunia II

Global
Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Global
Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Global
Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Global
10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

Global
Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Global
Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Global
Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Global
Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Global
Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Global
India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

Global
Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Global
Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Global
Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Global
komentar
Close Ads X