Para Jenderal Perancis Keluarkan "Seruan Hasutan" Kudeta Militer, Macron Ancam Beri Hukuman

Kompas.com - 29/04/2021, 10:28 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron saat tiba di KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 10 Desember 2020. XINHUA/UNI EROPAPresiden Perancis Emmanuel Macron saat tiba di KTT Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 10 Desember 2020.

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron mengancam akan memberikan hukuman kepada para jenderal yang menandatangani surat "hasutan" kudeta militer. 

Dua puluh pensiunan jenderal, serta beberapa tentara yang masih bertugas, menandatangani surat yang memperingatkan bahwa kegagalan untuk tindakan melawan "kelompok pinggir kota", akan berakibat fatal.

Kelompok yang dimaksud adalah populasi imigran yang tinggal di pinggiran kota-kota Perancis, yang dikhawatirkan para jenderal ditumpangi ekstremis Muslim dan memicu perang saudara

Baca juga: Khawatir Ancaman China, Jepang Gelar Latihan Gabungan Bareng AS dan Perancis

Pemerintah Perancis sangat mengutuk surat para jenderal, yang dipublikasikan pada saat peringatan 60 tahun kudeta militer yang gagal oleh para jenderal, yang menentang Perancis memberikan kemerdekaan kepada Aljazair.

"Ini tindakan yang tidak terduga," kata Menteri Pertahanan Florence Parly pada Senin (26/4/2021) seperti yang dilansir dari Daily Mail pada Selasa (27/4/2021). 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, anggota militer yang bertugas telah melanggar undang-undang yang mengharuskan netral secara politis.

"Akan ada konsekuensi," kata Parly, menambahkan bahwa dia telah menginstruksikan kepala staf angkatan darat untuk mendisiplinkan mereka.

Baca juga: Aksi Teror Wanita di Perancis Tewas Ditikam, Pelaku Ditembak Mati

Surat terbuka dipublikasikan di Valeurs Actuelles, majalah sayap kanan, yang mengklaim bahwa kudeta militer mungkin diperlukan untuk menghentikan "perang saudara" di Perancis.

Meski mendapat kecaman dari pemerintah dan partai sayap kiri, Marine Le Pen mendukung surat yang ditandatangani oleh 80 perwira, serta 20 jenderal tersebut.

"Saya mengundang Anda untuk bergabung dengan kami untuk mengambil bagian dalam pertempuran yang akan datang, yang merupakan pertempuran Perancis," ujar Marine Le Pen, politikus sayap kanan Perancis menanggapi surat itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Global
Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Global
Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Global
PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

Global
Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Global
Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi 'OK' yang Jadi Kontroversi

Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi "OK" yang Jadi Kontroversi

Global
Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada 'Dewi Corona'

Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada "Dewi Corona"

Global
AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

Global
Begini Wujud Robot Pembawa Air Zamzam, biar Jemaah Haji Tak Berdesakan

Begini Wujud Robot Pembawa Air Zamzam, biar Jemaah Haji Tak Berdesakan

Global
Koalisi Berujung Suksesi yang Menangkan PM Baru Israel Naftali Bennett

Koalisi Berujung Suksesi yang Menangkan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Pasokan Lambat, 5 Negara Bagian AS Ini Belum Vaksinasi Separuh Warganya

Pasokan Lambat, 5 Negara Bagian AS Ini Belum Vaksinasi Separuh Warganya

Global
Takut Tak Direstui Orangtua, Pria Ini Sembunyikan Pacarnya Selama 11 Tahun

Takut Tak Direstui Orangtua, Pria Ini Sembunyikan Pacarnya Selama 11 Tahun

Global
7 Fakta dan Kontroversi Naftali Bennett, PM Baru Israel Pengganti Benjamin Netanyahu

7 Fakta dan Kontroversi Naftali Bennett, PM Baru Israel Pengganti Benjamin Netanyahu

Global
Ayah dari Keluarga Terbesar di Dunia Meninggal, Tinggalkan 38 Istri dan 89 Anak

Ayah dari Keluarga Terbesar di Dunia Meninggal, Tinggalkan 38 Istri dan 89 Anak

Global
Bukan Eropa, Suku Selandia Baru Disebut Jadi Penemu Pertama Antartika

Bukan Eropa, Suku Selandia Baru Disebut Jadi Penemu Pertama Antartika

Global
komentar
Close Ads X