Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surat Kabar Lebanon Perkenalkan Presiden AI demi Pecah Kebuntuan Politik

Kompas.com - 16/04/2024, 14:00 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Arab News

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah surat kabar Lebanon meluncurkan apa yang diklaimnya sebagai alat kecerdasan buatan pertama di dunia yang dirancang untuk mengemban tugas kepresidenan suatu negara.

Hal ini dicetuskan sebagai upaya memecahkan kebuntuan yang telah lama terjadi mengenai siapa yang harus menjadi presiden negara tersebut.

Harian berbahasa Arab AnNahar mengatakan program tersebut, yang disebut “Presiden AI,” telah dilatih berdasarkan arsip 90 tahun terkait jurnalisme yang tidak memihak dari halaman-halamannya.-

Baca juga: Elon Musk: AI Akan Lebih Pintar dari Manusia Terpintar Tahun Depan

Dilansir dari Arab News, program ini menganalisis data sejarah dan peristiwa terkini untuk memberikan jawaban atas pertanyaan politik, hukum, dan pemerintahan.

Dengan pemahaman mendalam tentang sejarah Lebanon, “Presiden AI” bertujuan memberikan perspektif yang tidak memihak mengenai tantangan negara saat ini.

Peluncuran ini diumumkan dalam siaran langsung Nayla Tueni, pemimpin redaksi AnNahar, yang melakukan wawancara dengan perangkat lunak tersebut mengenai permasalahan terkini Lebanon dan potensi solusinya.

Lebanon sedang menghadapi sejumlah krisis sosio-ekonomi yang berkepanjangan, dengan lebih dari 80 persen penduduknya kini dilaporkan hidup dalam kemiskinan.

Negara ini sudah tidak memiliki presiden selama lebih dari dua tahun, meskipun ada 13 upaya yang gagal oleh parlemen Lebanon untuk memilih presiden.

Tueni berharap “Presiden AI” akan membantu memecahkan kebuntuan politik dan memulihkan kepercayaan terhadap sistem.

“Kami menolak untuk berdiam diri dan membiarkan segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya. Tidak memiliki presiden selama ini adalah hal yang tidak bisa diterima dan
berdampak negatif pada negara ini,” kata Tueni.

“Jika parlemen tidak melakukan tugasnya untuk memilih presiden, maka rakyat akan memilih Lebanon sebagai presiden," tambahnya.

Baca juga: Israel Pakai AI Bernama Lavender untuk Identifikasi 37.000 Target Hamas

Presiden unik berbasis kecerdasan buatan akan dapat diakses melalui situs OurPresident.ai untuk menjawab pertanyaan mengenai politik Lebanon.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Global
China 'Hukum' Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

China "Hukum" Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

Global
UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Global
Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com