Kompas.com - 25/04/2021, 16:18 WIB
Gambar yang diambil pada tanggal 31 Januari 2015 ini menunjukkan tentara dari Brigade Ketujuh Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) yang berparade sebagai bagian dari perayaan Hari Revolusi Karen ke-66 di markas mereka di negara bagian Kachin, Myanmar. KNLA adalah sayap bersenjata dari Serikat Nasional Karen (KNU) dan diyakini memiliki antara 3.000 hingga 5.000 milisi aktif di barisannya. AFP PHOTO/KC ORTIZGambar yang diambil pada tanggal 31 Januari 2015 ini menunjukkan tentara dari Brigade Ketujuh Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) yang berparade sebagai bagian dari perayaan Hari Revolusi Karen ke-66 di markas mereka di negara bagian Kachin, Myanmar. KNLA adalah sayap bersenjata dari Serikat Nasional Karen (KNU) dan diyakini memiliki antara 3.000 hingga 5.000 milisi aktif di barisannya.

NAYPIYDAW, KOMPAS.com - Komando militer tertinggi Myanmar di Naypiydaw mengeluarkan sejumlah memo internal untuk "bunuh mereka", yang semakin mengancam bagi pengunjuk rasa anti-kudeta.

"Anda harus memusnahkan mereka ketika Anda berhadapan dengan mereka," demikian bunyi perintah dalam memo internal tertanggal 11 April, yang dikutip dari The Irrawaddy pada Sabtu (24/4/2021).

Alasannya bahwa "perusuh telah beralih dari demonstrasi damai ke tingkat konflik bersenjata," merujuk pada tindakan pengunjung rasa anti-kudeta yang disebut sebagai perusuh oleh junta militer.

Baca juga: Ramadhan dalam Cengkeraman Militer Myanmar: Rakyat Takut ke Masjid

Perintah tersebut artinya menjadi dukungan atas pembantaian 82 orang yang terjadi 2 hari sebelumnya di Bago, sebuah kota di utara Yangon.

Pada hari itu, tentara dan polisi menghujani pengunjuk rasa dengan peluru tajam dan granat senapan, untuk menghancurkan benteng karung pasir yang menghalangi jalan.

Dua hari kemudian, pada 14 April, junta militer membagikan memo internal lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bunyinya, "Semua pasukan keamanan darurat harus dipersenjatai secara penuh dan sistematis".

Sebab, "kerusuhan dapat meluas ke wilayah kendali Anda," mengutip protes yang sedang berlangsung di "setiap kota di wilayah Sagaing, Mandalay, Yangon dan Bago serta di Negara Bagian Mon."

Baca juga: Pemerintah Bayangan Myanmar Sambut Baik Hasil KTT ASEAN

Sejak kudeta Myanmar 1 Februari 2021, pemimpin militer atau disebut juga Tatmadaw, telah dikutuk di dalam dan di luar negeri, karena kekejaman terhadap warganya sendiri.

Pemimpin kudeta Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing telah dijuluki "pembunuh utama" oleh banyak orang secara online, karena pasukannya telah membunuh lebih dari 700 orang sejauh ini.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Infeksi Covid-19 Menyebar, China Uji Jutaan Orang dan Keluarkan Panduan Perjalanan Baru

Infeksi Covid-19 Menyebar, China Uji Jutaan Orang dan Keluarkan Panduan Perjalanan Baru

Global
Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Bisa Tersendat Jika Litium Defisit

Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Bisa Tersendat Jika Litium Defisit

Internasional
Sultan Kelantan di Malaysia Jadikan Istananya Tempat Vaksinasi Covid-19

Sultan Kelantan di Malaysia Jadikan Istananya Tempat Vaksinasi Covid-19

Global
Pasca Pertemuan di Jakarta, ASEAN Masih Belum Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar

Pasca Pertemuan di Jakarta, ASEAN Masih Belum Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar

Global
Sesi Parlemen Malaysia Ditunda, Muhyiddin Masih Selamat dari Mosi Tidak Percaya

Sesi Parlemen Malaysia Ditunda, Muhyiddin Masih Selamat dari Mosi Tidak Percaya

Global
Jelang HUT Ke-76 RI, KBRI Roma Peringati Hari Anak Nasional dan Ceria Merdeka

Jelang HUT Ke-76 RI, KBRI Roma Peringati Hari Anak Nasional dan Ceria Merdeka

Global
Mengapa Kapal Selam Berwarna Hitam atau Abu-abu?

Mengapa Kapal Selam Berwarna Hitam atau Abu-abu?

Global
Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Global
Kebakaran Hutan Landa AS, Biden Tegaskan Cegah Perubahan Iklim

Kebakaran Hutan Landa AS, Biden Tegaskan Cegah Perubahan Iklim

Global
Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Global
15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

Global
Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Global
Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Global
Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Global
Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Global
komentar
Close Ads X