Kompas.com - 19/04/2021, 06:04 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny bersama istrinya, Yulia, di rumah sakit Berlin, Jerman, pada 21 September 2020. INSTAGRAM @navalny via APPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny bersama istrinya, Yulia, di rumah sakit Berlin, Jerman, pada 21 September 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa Rusia akan menanggung konsekuensi jika tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, tewas dunia dalam penjara.

Ancaman tersebut dilontarkan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada Minggu (18/4/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Dubes Rusia: Alexei Navalny Tak Akan Dibiarkan Mati di Penjara

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, kondisi pengkritik vokal Presiden Rusia Vladimir Putin itu dilaporkan dalam keadaan kritis.

Para dokter khawatir Navalny bisa meninggal beberapa hari mendatang bila tidak segera diberi penanganan medis.

Navalny melancarkan aksi mogok makan sejak 31 Maret karena menuntut perawatan yang tepat untuk nyeri punggung akut dan kakinya yang mati rasa.

"Dalam hal tindakan khusus yang akan kami lakukan, kami melihat berbagai sanksi yang akan kami bebankan, dan saya tidak akan menyampaikannya kepada publik pada saat ini," kata Sullivan kepada CNN.

Baca juga: Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

"Tapi kami telah menyampaikan bahwa akan ada konsekuensi (terhadap Rusia) jika Navalny meninggal," sambung Sullivan.

Pada Sabtu (17/4/2021), sejumlah dokter mengatakan, kesehatan Navalny memburuk dengan cepat dan meminta petugas penjara segera memberi mereka akses.

"Pasien kami bisa meninggal setiap saat," kata ahli jantung Yaroslav Ashikhmin, menunjuk pada tingkat kalium Navalny yang tinggi.

Ashikhmin menambahkan, Navalny harus segera dipindahkan ke unit perawatan intensif.

Baca juga: Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Internasional
Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Global
Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Global
Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal 'Membayar Mahal'

Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal "Membayar Mahal"

Global
Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Global
Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Global
AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

Global
Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Global
Lagi, Jenazah Diduga Korban Covid-19 Terdampar di Sungai Gangga India

Lagi, Jenazah Diduga Korban Covid-19 Terdampar di Sungai Gangga India

Global
Derita Warga Sipil Saat Bentrokan antara Israel dan Palestina Memanas

Derita Warga Sipil Saat Bentrokan antara Israel dan Palestina Memanas

Global
Israel Kerahkan 5.000 Tentara Cadangan di Tengah Konflik dengan Militan Gaza

Israel Kerahkan 5.000 Tentara Cadangan di Tengah Konflik dengan Militan Gaza

Global
35 Tewas dalam Serangan Udara Israel, Gaza Terancam Dilanda Perang

35 Tewas dalam Serangan Udara Israel, Gaza Terancam Dilanda Perang

Global
Menlu Negara-negara Arab Kutuk Keras Tindakan Israel terhadap Warga Palestina

Menlu Negara-negara Arab Kutuk Keras Tindakan Israel terhadap Warga Palestina

Global
Mesir Akhirnya Setuju Melebarkan Terusan Suez setelah Insiden Kapal Ever Given

Mesir Akhirnya Setuju Melebarkan Terusan Suez setelah Insiden Kapal Ever Given

Global
Sejak Senin, Milisi Jalur Gaza Tembakkan 1.000 Roket ke Israel

Sejak Senin, Milisi Jalur Gaza Tembakkan 1.000 Roket ke Israel

Global
komentar
Close Ads X