Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Kompas.com - 14/04/2021, 12:27 WIB
Pengadilan Moskwa memerintahkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dipenjara selama lebih dari 2,5 tahun karena melanggar ketentuan masa percobaannya saat memulihkan diri di Jerman. MOSCOW CITY COURT via AP PHOTOPengadilan Moskwa memerintahkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dipenjara selama lebih dari 2,5 tahun karena melanggar ketentuan masa percobaannya saat memulihkan diri di Jerman.

MOSKWA, KOMPAS.com - Kritikus Kremlin yang dipenjara, Alexei Navalny, pada Selasa (13/4/2021), menuntut petugas penjara karena menolak permintaannya untuk mengakses kitab suci umat Muslim, Alquran.

Navalny tengah menjalani hukuman penjara selama 2,5 tahun atas tuduhan penggelapan, sejak Februari, setelah ia kembali ke Rusia dari perawatan di Jerman karena serangan racun mematikan.

Melansir AFP pada Selasa (13/4/2021), Navalny mengatakan dia mengambil tindakan hukum terhadap otoritas penjara karena "mereka tidak akan memberi saya Alquran saya. Dan itu menyebalkan".

Baca juga: Rusia Disebut Mungkin Bunuh Alexei Navalny Perlahan-lahan dalam Penjara

“Ketika saya dipenjara, saya membuat daftar cara-cara yang ingin saya lakukan untuk memperbaiki diri, yang akan saya coba selesaikan di penjara. Salah satu poinnya adalah mendalami dan memahami Alquran,” tulisnya.

"Buku adalah segalanya bagi kita, dan jika Anda harus menuntut hak membaca, saya akan menuntut," katanya.

Sebelumnya, Navalny (44 tahun), mendapat kecaman di awal karir politiknya karena membuat komentar nasionalis dan mencemooh para imigran dari negara-negara mayoritas Muslim di Asia Tengah yang berada di Rusia.

Baca juga: Disiksa di Penjara, Kaki dan Tangan Alexei Navalny Mati Rasa

Tuntutannya terjadi satu hari setelah banyak Muslim di seluruh dunia memulai Ramadhan, setelah para pemimpin agama Islam mengkonfirmasi bulan puasa akan dimulai pada Selasa (13/4/2021).

Dalam postingan Instagramnya, Navalny mengatakan dia pernah membaca Alquran sebelumnya, tetapi belum menginternalisasi prinsip intinya.

Baca juga: Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

“Saya menyadari bahwa perkembangan saya sebagai seorang Kristen juga membutuhkan belajar Alquran,” tulisnya.

Pengacara Navalny dan sekutunya menuntut agar dia dipindahkan ke rumah sakit biasa. Kremlin mengatakan bahwa Navalny tidak berhak atas perlakuan khusus apa pun.

Baca juga: Dokter Rusia yang Merawat Alexei Navalny setelah Keracunan Tiba-tiba Meninggal

Tokoh oposisi Rusia itu mengumumkan aksi mogok makan 2 pekan lalu, sesaat setelah ditetapkan hukumannya.

Ia melakukan itu untuk menuntut perawatan medis yang memadai dan sekutunya mengatakan pekan ini bahwa pihak berwenang mengancam akan memaksa memberinya makan.

Navalny telah menjadi duri di pihak Kremlin selama satu dekade dengan menyelidiki korupsi di antara para pejabat dan memimpin protes besar di seluruh Rusia.

Baca juga: Putusan 2,5 Tahun Penjara untuk Alexei Navalny, Kembali Memicu Protes di Seluruh Rusia


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X