Enam Tahun Perang di Yaman, Arab Saudi Tawarkan Kesepakatan Damai

Kompas.com - 26/03/2021, 20:16 WIB
Pasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018). AFP / NABIL HASSANPasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018).

RIYADH, KOMPAS.com - Putra Mahkota Mohammed bin Salman berharap untuk segera menghancurkan pemberontak Houthi melalui intervensi Arab Saudi dalam perang di Yaman.

Arab Saudi dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya telah mendukung pasukan Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi dalam pertempuran melawan kelompok minoritas penganut Syiah, Houthi.

Kelompok milisi Houthi itu mendapat dukungan dari saingan regional utama Arab Saudi, yakni Iran.

Baca juga: Selidiki Pembunuhan Jamal Khashoggi, Ahli Ini Dapat Ancaman Kematian dari Pejabat Arab Saudi

Namun, menjadi jelas bahwa kelompok Houthi telah mendapatkan kekuatan yang stabil sejak konflik dimulai tepat pada 6 tahun lalu, pada 26 Maret 2015. Arab Saudi pun tidak bisa lagi memenangkan perang.

PBB memperkirakan lebih dari 230 ribu orang telah tewas dan jutaan lainnya menderita kelaparan dan sakit.

Selain itu, sistem kesehatan di sana runtuh di bawah tekanan pandemi virus corona.

Arab Saudi telah mengajukan rencana untuk kesepakatan damai, mengakhiri perang di Yaman.

Menteri luar negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan al Saud, mengumumkan bahwa proposal tersebut akan mencakup gencatan senjata nasional di bawah pengawasan PBB.

Tahun lalu, Saudi melakukan tawaran serupa.

Baca juga: Selidiki Kasus Khashoggi, Ahli PBB Dapat Ancaman Pembunuhan dari Pejabat Tinggi Arab Saudi

Proposal damai Saudi

Rencana tersebut jelas merupakan jalan keluar bagi Arab Saudi. Pemberontak Houthi telah merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah barat laut Yaman.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Berniat Jual Senjata ke Israel Senilai Rp 10,5 Triliun

AS Berniat Jual Senjata ke Israel Senilai Rp 10,5 Triliun

Global
Telepon PM Israel, Biden Dukung Gencatan Senjata di Gaza

Telepon PM Israel, Biden Dukung Gencatan Senjata di Gaza

Global
Bocah Palestina Ini Menangis Melihat Rumahnya Hancur oleh Serangan Israel

Bocah Palestina Ini Menangis Melihat Rumahnya Hancur oleh Serangan Israel

Global
Gara-gara Tantangan TikTok, 100 Lebih Remaja Terjebak di Ayunan Mainan Khusus Balita

Gara-gara Tantangan TikTok, 100 Lebih Remaja Terjebak di Ayunan Mainan Khusus Balita

Global
Misteri Pembunuhan di Hinterkaifeck, Semua Korban Ditemukan Tanpa Kepala

Misteri Pembunuhan di Hinterkaifeck, Semua Korban Ditemukan Tanpa Kepala

Global
Hasil Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Covid-19 India

Hasil Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Covid-19 India

Global
Israel Tembakkan Artileri ke Lebanon Setelah Ditembak Roket

Israel Tembakkan Artileri ke Lebanon Setelah Ditembak Roket

Global
Ini Momen Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza karena Melihat Anak-anak

Ini Momen Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza karena Melihat Anak-anak

Global
Pengamat Nilai Tidak Ada Pelanggaran dalam Pemilu Myanmar 2020

Pengamat Nilai Tidak Ada Pelanggaran dalam Pemilu Myanmar 2020

Global
90.000 Dokter India dari Luar Negeri Bersedia Pulang Bantu Perangi Covid-19 di Tanah Air, tapi ...

90.000 Dokter India dari Luar Negeri Bersedia Pulang Bantu Perangi Covid-19 di Tanah Air, tapi ...

Global
Kim Jong Un Larang Jins Ketat karena Khawatir Bakal Mengganggu Rezimnya

Kim Jong Un Larang Jins Ketat karena Khawatir Bakal Mengganggu Rezimnya

Global
AS Kembali Bekukan Aset 13 Pejabat Militer Myanmar Melalui Sanksi Pemerintah

AS Kembali Bekukan Aset 13 Pejabat Militer Myanmar Melalui Sanksi Pemerintah

Global
AS Kembali Memblokir Draf Pernyataan PBB Terbaru tentang Konflik Israel-Palestina

AS Kembali Memblokir Draf Pernyataan PBB Terbaru tentang Konflik Israel-Palestina

Global
Populer Global: Mayat Dikubur Seadanya di Tepi Sungai India | Palestina Terkini, Israel Bombardir Jalur Gaza

Populer Global: Mayat Dikubur Seadanya di Tepi Sungai India | Palestina Terkini, Israel Bombardir Jalur Gaza

Global
Biografi Tokoh Dunia: Benjamin Netanyahu, Prajurit Veteran Israel Pemegang Komando Serangan ke Gaza

Biografi Tokoh Dunia: Benjamin Netanyahu, Prajurit Veteran Israel Pemegang Komando Serangan ke Gaza

Global
komentar
Close Ads X