Selidiki Kasus Khashoggi, Ahli PBB Dapat Ancaman Pembunuhan dari Pejabat Tinggi Arab Saudi

Kompas.com - 24/03/2021, 16:19 WIB
Ahli Khusus PBB, Agnes Callamard, pada 3 Desember 2019 di Brussel, memaparkan mengenai penyelidikan PBB atas kematian di luar hukum Jamal Khashoggi. AFP PHOTO/ARIS OIKONOMOUAhli Khusus PBB, Agnes Callamard, pada 3 Desember 2019 di Brussel, memaparkan mengenai penyelidikan PBB atas kematian di luar hukum Jamal Khashoggi.

JENEWA, KOMPAS.com - Ahli khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang melakukan penyelidikan atas pembunuhan brutal jurnalis Jamal Khashoggi, mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari seorang pejabat senior Arab Saudi.

Kepada The Guardian pada Selasa (23/3/2021), Agnes Callamard mengatakan kabar itu didapatkan dari koleganya pada Januari 2020. Kabarnya, ada seorang pejabat tinggi Arab Saudi mengancam untuk membuatnya "diurus".

Callamard mengatakan rekan-rekannya di Jenewa mengartikan komentar tersebut sebagai "ancaman kematian."

Intimidasi itu disampaikan dua kali saat pertemuan dengan para pejabat senior PBB di Jenewa pada bulan yang sama.

Pertemuan tersebut melibatkan diplomat Saudi yang berbasis di Jenewa, pejabat Kerajaan yang berkunjung langsung dari Saudi, dan pejabat PBB.

Para pejabat Saudi mengkritik penyelidikan Callamard atas pembunuhan Khashoggi. Mereka menyatakan kemarahan tentang kesimpulannya.

Baca juga: Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pertemuan itu, dikabarkan salah satu pejabat Saudi yang berkunjung mengatakan menerima panggilan telepon dari orang-orang yang siap "menjaga" Callamard, jika PBB tidak mengambil tindakan.

Pejabat PBB yang hadir menolak kabar tersebut, sementara pejabat Saudi lainnya berusaha meremehkan komentar tersebut, menurut laporan The Guardian.

"Itu dilaporkan kepada saya pada saat itu juga dan itu adalah satu kesempatan di mana PBB mengkritik keras masalah itu. Orang-orang yang hadir, kemudian juga menjelaskan kepada delegasi Saudi bahwa ini (intimidasi) benar-benar tidak pantas dan berharap hal itu tidak akan berlanjut," kata Callamard.

Callamard mengaku gertakan itu tidak berhasil pada saya, namun jelas dia tidak ingin ada lebih banyak ancaman serupa dilontarkan. Dia menyatakan tetap bertekad melakukan apa yang harus dia lakukan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Naftali Bennet Jadi Perdana Menteri Israel Baru, Joe Biden Ucapkan Selamat

Naftali Bennet Jadi Perdana Menteri Israel Baru, Joe Biden Ucapkan Selamat

Global
Benjamin Netanyahu Resmi Dilengserkan dari Kursi PM Israel, Ini Penggantinya

Benjamin Netanyahu Resmi Dilengserkan dari Kursi PM Israel, Ini Penggantinya

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: China Dicurigai Produksi Senjata Biologis | Wanita Sembunyi di Rumah Pacarnya Selama 10 Tahun

KABAR DUNIA SEPEKAN: China Dicurigai Produksi Senjata Biologis | Wanita Sembunyi di Rumah Pacarnya Selama 10 Tahun

Global
Ratu Elizabeth II Tidak Akan Tinggal Diam Kesalahpahaman Beredar Soal Pangeran Harry dan Meghan

Ratu Elizabeth II Tidak Akan Tinggal Diam Kesalahpahaman Beredar Soal Pangeran Harry dan Meghan

Global
Hari Ini Dalam Sejarah: AS Larang Pengiriman Bayi Lewat Jasa Kantor Pos

Hari Ini Dalam Sejarah: AS Larang Pengiriman Bayi Lewat Jasa Kantor Pos

Global
Total Pasien Covid-19 Meninggal 2021 Lampaui Jumlah Tahun 2020

Total Pasien Covid-19 Meninggal 2021 Lampaui Jumlah Tahun 2020

Global
Pegawai RS yang Curi Kartu ATM Pasien Meninggal, Menolak Minta Maaf

Pegawai RS yang Curi Kartu ATM Pasien Meninggal, Menolak Minta Maaf

Global
Kisah Tempe di Amerika Serikat dan Pengusaha Besar yang Terinspirasi dari Malang

Kisah Tempe di Amerika Serikat dan Pengusaha Besar yang Terinspirasi dari Malang

Global
Penumpang Pesawat Harian AS untuk Pertama Kalinya Capai 2 Juta Sejak Pandemi Covid-19

Penumpang Pesawat Harian AS untuk Pertama Kalinya Capai 2 Juta Sejak Pandemi Covid-19

Global
Delta Air Diteror Lagi, Penumpang Ancam Jatuhkan Pesawat

Delta Air Diteror Lagi, Penumpang Ancam Jatuhkan Pesawat

Global
Black Metal ala Deafheaven, Dipuji Sekaligus Dihujat

Black Metal ala Deafheaven, Dipuji Sekaligus Dihujat

Global
Berat Badan Turun dari 156 Kg ke 75 Kg dalam Setahun, Pria Ini Beberkan Kisahnya

Berat Badan Turun dari 156 Kg ke 75 Kg dalam Setahun, Pria Ini Beberkan Kisahnya

Global
Ain Husniza Siswi yang Curhat Guru Penjas Bilang Pemerkosaan Itu Sedap, Jadi Ikon Melawan Pelecehan Seksual

Ain Husniza Siswi yang Curhat Guru Penjas Bilang Pemerkosaan Itu Sedap, Jadi Ikon Melawan Pelecehan Seksual

Global
Tahun Ini, Lebih dari 260 Kali Penembakan Massal Terjadi di AS

Tahun Ini, Lebih dari 260 Kali Penembakan Massal Terjadi di AS

Global
Kisah Aksi Panggung Tak Lazim: Ozzy Ousborne Gigit Kepala Kelelawar

Kisah Aksi Panggung Tak Lazim: Ozzy Ousborne Gigit Kepala Kelelawar

Global
komentar
Close Ads X