3 Nama Tiba-tiba Hilang dalam Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 02/03/2021, 08:54 WIB
Direktur intelijen nasional AS merilis laporan yang memberatkanPutra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kanan) atas pembunuhan brutal terhadap jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi (kiri) pada Oktober 2018. AFP PHOTO/MOHAMMED AL-SHAIKHDirektur intelijen nasional AS merilis laporan yang memberatkanPutra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kanan) atas pembunuhan brutal terhadap jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi (kiri) pada Oktober 2018.

RIYADH, KOMPAS.com - Pejabat intelijen AS diam-diam menghapus 3 nama dalam laporan yang merinci kematian jurnalis Jamal Khashoggi, yang terungkap pada Minggu (28/2/2021).

Tautan pertama dikirim oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) mati dan diganti dengan versi "v2" baru yang telah menghapus nama 3 orang, yang sebelumnya ada dalam laporan pertama, menurut laporan CNN.

Pada pekan lalu, laporan yang tidak diklasifikasi membuat berita bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman, atau biasa disebut MBS, yang menyetujui perintah "menangkap atau membunuh" Khashoggi, seorang kolomnis untuk Washington Post.

Baca juga: Para Tokoh di AS Ramai-ramai Minta MBS Dihukum atas Pembunuhan Khashoggi

"Kami memberikan dokumen yang telah diperbaiki di situs itu karena teradapat kesalahan dalam dokumen asli yang memuat 3 nama yang seharusnya tidak dimasukan," kata juru bicara ODNI singkat kepada CNN, seperti yang dilansir dari Daily Mail pada Senin (1/3/2021).

Abdulla Mohammed Alhoeriny, Yasir Khalid Alsalem dan Ibrahim al-Salim, adalah 3 nama yang awalnya disebutkan dalam laporan intelijen AS.

Mereka bertiga disebut "berpartisipasi, meminta atau terlibat atau bertanggungjawab atas kematian Jamal Khashoggi".

Baca juga: Kenapa Keterlibatan Putra Mahkota dalam Pembunuhan Khashoggi Disebut Bisa Guncang Arab Saudi?

ODNI menolak untuk menjelaskan alasan 3 nama tersebut masuk dalam laporan awal yang kemudian dihapus, menurut laporan CNN.

Seorang pejabat Komite Intelijen DPR AS mengatakan kepada kantor berita bahwa anggota parlemen telah meminta penjelasan dari badan intelijen yang melaporkan hasil penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi tersebut.

Abdulla Mohammed Alhoeriny adalah saudara laki-laki dari Jenderal Abdulaziz bin Mohammed al-Howraini, yang disebutkan tidak terkait dengan kematian Khashoggi, menurut outlet tersebut.

Baca juga: Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Al-Howraini mengepalai badan Kepresidenan Keamanan Negara yang kuat, yang dibentuk pada 2017 untuk mengawasi berbagai badan intelijen dan kontra-terorisme.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X