Biden Berjanji Selama Dia Menjabat, China Tak Akan Jadi Pemimpin Dunia

Kompas.com - 26/03/2021, 19:52 WIB
Dalam foto file 24 September 2015 ini, Presiden China Xi Jinping dan Wakil Presiden Joe Biden berjalan di karpet merah di landasan selama upacara kedatangan di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Maryland AS. Para pemimpin China berharap Washington akan meredakan konflik atas perdagangan, teknologi, dan keamanan jika Joe Biden memenangkan pemilihan presiden 3 November. AP/Carolyn KasterDalam foto file 24 September 2015 ini, Presiden China Xi Jinping dan Wakil Presiden Joe Biden berjalan di karpet merah di landasan selama upacara kedatangan di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Maryland AS. Para pemimpin China berharap Washington akan meredakan konflik atas perdagangan, teknologi, dan keamanan jika Joe Biden memenangkan pemilihan presiden 3 November.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Joe Biden menegaskan, China tidak akan bisa menjadi pemimpin dunia dunia selama dia menjabat.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai presiden, Biden berujar dia sudah mempelejari Presiden China Xi Jinping selama jadi wakil Barack Obama.

Dari pertemuan itu, presiden 78 tahun tersebut menyadari Xi memercayai otokrasi, bukan demokrasi, yang harus diterapkan di muka Bumi ini.

Baca juga: Jaga-jaga Perang dengan China, Taiwan Produksi Rudal Jarak Jauh

Presiden ke-46 AS itu menegaskan, dirinya tidak ingin membuat konfrontasi langsung dengan "Negeri Panda".

Meski begitu, dia menghendaki Beijing bisa mematuhi aturan internasional dalam hal kompetisi dan perdagangan yang adil, maupun penghormatan atas HAM.

Biden menyatakan, China sudah berkeinginan menjadi negara terkaya, paling kuat, dan pemimpin dunia.

"Saya pastikan itu tak akan terjadi selama saya menjabat, karena AS akan terus berkembang," tegas dia.

Presiden dari Partai Demokrat itu kemudian membandingkan Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Joe Biden menyatakan, Xi dan Putin sama-sama berkeyakinan otokrasi merupakan masa depan dunia ini.

Baca juga: Usir Nelayan China, Filipina Kerahkan Kapal Perang Tambahan

Kebetulan dalam wawancaranya dengan ABC, Biden sempat menyebut Putin sebagai "pembunuh", yang menuai kemarahan di Moskwa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X