Afrika Selatan Jual Satu Juta Vaksin AstraZeneca Tak Terpakai ke Uni Afrika

Kompas.com - 22/03/2021, 15:45 WIB
Afrika Selatan telah mencatat infeksi dan kematian Covid-19 terbanyak di benua Afrika. AP PHOTO/NARDUS ENGELBRECHTAfrika Selatan telah mencatat infeksi dan kematian Covid-19 terbanyak di benua Afrika.

PRETORIA, KOMPAS.com - Afrika Selatan telah menjual satu juta dosis vaksin virus corona AstraZeneca untuk didistribusikan di 14 negara Afrika lainnya.

Afrika Selatan bulan lalu menangguhkan program vaksinasi, yang dimulai dengan vaksin buatan Inggris tersebut. Kebijakan itu dilakukan setelah timbul keraguan atas kemanjuran vaksin itu terhadap varian lokal Covid-19.

Melansir AFP pada Minggu (21/3/2021), Pretoria malah mengumumkan niatnya untuk menjual dosis AstraZeneca ke Uni Afrika (AU).

Dalam pernyataannya Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize mengatakan "batch pertama dari vaksin yang dikirimkan akan menguntungkan 9 negara anggota (AU). Sisanya akan dikumpulkan minggu ini untuk dikirimkan ke 5 negara lain."

Baca juga: Masalah Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca Masih Ada, Staf Rumah Sakit Denmark Alami Gejalanya

Afrika Selatan mulai mengimunisasi 59 juta orangnya pada awal Februari, menggunakan dosis vaksin AstraZeneca yang diproduksi di India.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa berada di landasan bandara untuk menerima pengiriman pertama vaksin tersebut.

Namun sebuah studi oleh Witwatersrand University di Johannesburg menunjukkan keefektifan "terbatas" dari suntikan AstraZeneca terhadap varian Covid-19 Afrika Selatan.

Pemerintah Pretoria kemudian menghentikan program peluncuran vaksinnya.

Namun Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian sudah mencoba menjernihkan desas-desus terkait vaksin AstraZeneca.

Baca juga: AS Limpahkan 2,7 Juta Vaksin AstraZeneca Tak Terpakai ke Meksiko

WHO menyatakan vaksin itu dapat digunakan di semua negara dan terhadap semua varian.

Uni Afrika telah memperoleh 270 juta dosis vaksin dan menyatakan cukup senang untuk mendistribusikan versi AstraZeneca.

Afrika Selatan telah mencatat jumlah 1,5 juta kasus infeksi virus corona, termasuk 52.000 kematian.

Namun baru-baru ini jumlah kasus baru telah menurun secara signifikan. Bulan lalu Ramaphosa mengumumkan bahwa gelombang kedua virus telah berlalu.

Pemerintahan Ramaphosa telah memesan vaksin dari Johnson & Johnson dan Pfizer. Sekarang negara itu berharap mengimunisasi dua pertiga dari populasi, meskipun sejauh ini hanya 183.000 dosis telah diberikan.

Baca juga: Sejumlah Negara di Eropa Kembali Gunakan Vaksin Virus Corona AstraZeneca

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X