HWPL Desak Penyelesaian Konflik Myanmar Lewat Solusi Damai

Kompas.com - 22/03/2021, 14:28 WIB
Pimpinan HWPL Lee Man-hee di acara Peringatan Tahunan ke-5 DPCW HWPL via webinar langsung pada Minggu (14/3/2021). DOK HWPLPimpinan HWPL Lee Man-hee di acara Peringatan Tahunan ke-5 DPCW HWPL via webinar langsung pada Minggu (14/3/2021).

SEOUL, KOMPAS.com - Organisasi Kemanusiaan, Budaya Surgawi Perdamaian Dunia Pemulihan Cahaya (HWPL), mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi di Myanmar, yang telah menimbulkan korban jiwa dan menjadi ancaman berat bagi hak asasi manusia.

“Jumlahnya (korban ) masih terus meningkat. Nyawa manusia tidak boleh diremehkan dalam keadaan apa pun,” ujar Utusan Perdamaian HWPL, Man Hee Lee dalam siaran pers pada Senin (22/3/2021).

Menurutnya, tidak ada konflik kepentingan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap warga sipil. Tidak ada kepentingan kelompok mana pun yang dapat lebih diutamakan daripada nyawa manusia.

Penggunaan kekerasan untuk menekan protes damai dan membungkam suara untuk perubahan, dinilai bertentangan dengan keinginan rakyat Myanmar.

“Negara harus menunjukkan sikap menghormati hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi rakyat,” ujar Veteran Perang Korea ini.

Baca juga: Militer Myanmar Berniat Balas Dendam karena 4 Temannya Tewas, 1.500 Warga Desa Mengungsi

Selain itu, dia meminta para pihak terkait termasuk para pengunjuk rasa harus menyatakan penyesalan atas kejadian terkini,kepada semua bangsa, serta berkomitmen untuk berpartisipasi dalam dialog mencari solusi damai.

HWPL yakin masyarakat internasional akan mendukung upaya tersebut, sehingga akan berkontribusi pada kestabilan dan perdamaian di Asia Tenggara dan seluruh dunia.

“Kami, HWPL, bersama dengan para anggota kami di seluruh dunia sangat prihatin tentang kerugian yang ditimbulkan terhadap warga sipil akibat meningkatnya kekerasan di Myanmar,” ungkapnya.

Perhatian internasional kini terfokus pada Myanmar, dan sejarah akan mengingat momen-momen ini. Karenanya dia menilai situasi ini harus diselesaikan dengan cara yang adil dan damai.

Itu dilakukan demi generasi yang sedang tumbuh, yang akan belajar dari krisis ini untuk membangun masa depan mereka.

Baca juga: Rakyat Myanmar Ingin Pasukan Perdamaian PBB Segera Diturunkan

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari penindasan atau pemaksaan, dan sebaliknya menyelesaikan krisis melalui dialog dan konsensus berdasarkan rasa saling menghormati dan memahami.”

HWPL juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil tindakan aktif sehingga hak asasi manusia dan keselamatan rakyat Myanmar dapat dilindungi.

HWPL meminta para anggota keluarga perdamaian di seluruh dunia mengeluarkan pernyataan yang mendesak pihak berwenang dan warga sipil di Myanmar, untuk melanjutkan dialog dan mencari solusi damai demi memulihkan perdamaian di negara itu.

“HWPL dan semua anggota kami di seluruh dunia dalam satu suara mengungkapkan harapan bahwa krisis yang sedang berlangsung di Myanmar akan diselesaikan secara damai melalui dialog, bukan kekerasan. Dan kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk bergabung dengan kami,” pungkasnya.

Baca juga: Ratusan Dokter dan Perawat Ikut Demo Myanmar, Turun ke Jalan sejak Subuh

 


Sumber Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X