Tak Hanya Selamatkan WNI, Militer Filipina Juga Bunuh Pemimpin Abu Sayyaf

Kompas.com - 22/03/2021, 14:26 WIB
Empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang sempat ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina disambut  Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (13/5/2016). Keempat ABK kapal tunda Henry disandera kelompok Abu Sayyaf saat berlayar menarik tongkang Christy kembali ke Tarakan, Kalimantan Utara, dari Cebu, Filipina. Pembajakan terjadi di perairan timur bagian Sabah, Malaysia, Jumat (15/4/2016). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOEmpat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang sempat ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina disambut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (13/5/2016). Keempat ABK kapal tunda Henry disandera kelompok Abu Sayyaf saat berlayar menarik tongkang Christy kembali ke Tarakan, Kalimantan Utara, dari Cebu, Filipina. Pembajakan terjadi di perairan timur bagian Sabah, Malaysia, Jumat (15/4/2016).

MANILA, KOMPAS.com - Militer Filipina menyatakan, mereka membunuh salah satu pemimpin Abu Sayyaf dan menyelamatkan empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik.

Letnan Jenderal Corleto Vinluan Jr berujar, teroris yang ditembak adalah Majan Sahidjuan alias Apo Mike.

Pemimpin unit yang melakukan penculikan demi tebusan itu terluka parah dalam baku tembak di kota Languyan, Provinsi Tawi-Tawi.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Semua WNI Tawanan Abu Sayyaf Bebas

Apo Mike tertembus timah panas dalam baku tembak Sabtu malam (20/3/2021), dan kemudian tewas akibat lukanya, jelas Letjen Vinluan.

Letjen Vinluan menggambarkan sosok Apo Mike sebagai otak dari serangkaian insiden penculikan yang dilakukan Abu Sayyaf.

Kelompok itu berbasis di Sulu, dan sejak 2014 berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

"Kami senang seluruh tahanan selamat dan kami berhasil melumpuhkan Apo Mike dan dua temannya," kata Vinluan.

Sahidjuan merupakan bagian dari lima milisi Abu Sayyaf yang membawa empat WNI dari Sulu ke Tawi-Tawi, Kamis (18/3/2021).

Perahu yang mereka tumpangi terkena gelombang besar, memberi kesempatan bagi militer Filipina melakukan penyelamatan.

Tiga dari empat sandera, Arizal Kasta Miran (30), Arsad bin Dahlan (41), dan Andi Riswanto (26) berhasil selamat.

Warga Indonesia lain, Mohd Khairudin, ditemukan di desa yang sama tempat baku tembak terjadi, dikutip CNN Minggu (21/3/2021).

Empat WNI itu diculik oleh Abu Sayyaf pada 17 Januari 2020 di Tambisan, Malaysia. Sandera kelima dibunuh saat mencoba kabur.

Baca juga: Setahun Lebih Diculik Teroris Abu Sayyaf, 3 Nelayan WNI Akhirnya Bebas


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X