Kompas.com - 15/03/2021, 16:37 WIB
Pengendara sepeda motor melintas menembus kepulan asap sisa barikade yang terbakar di Yangon, pada Senin (15/3/2021). STR/AFPPengendara sepeda motor melintas menembus kepulan asap sisa barikade yang terbakar di Yangon, pada Senin (15/3/2021).

HLAING THARYAR, KOMPAS.com - Beberapa jam sebelum kerusuhan pecah di kotapraja Hlaing Tharyar, Yangon, Myanmar, seorang polisi keceplosan mengungkap rencana mereka di TikTok.

Di video yang berupa sulih suara tersebut, dikatakan bahwa aparat keamanan akan membawa persenjataan berat ke Hlaing Tharyar.

"Saya tidak akan mengasihani Hlaing Tharyar dan mereka akan melawan dengan serius juga karena ada semua jenis karakter di sana," kata polisi di akun @aungthuraphyo40 tersebut.

Baca juga: Total Korban Tewas di Myanmar 134 Orang, Junta Terapkan Darurat Militer

"Kami seharusnya tidak mengasihani mereka," lanjutnya.

Video tersebut sudah dilihat dan dikonfirmasi asli oleh tim cek fakta AFP. Namun, beberapa jam kemudian sudah dihapus.

Media yang dikelola pemerintah mengatakan, lima pabrik di kota penghasil garmen itu telah dihancurkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu bangunan yang dibakar adalah pabrik milik China, kata Kedutaan Besar Beijing di Myanmar.

Mereka mengecam perusakan itu dalam pernyataan yang diunggah di akun Facebook-nya.

Baca juga: Myanmar Darurat Militer, Polisi dan Warga Duel Senapan Vs Pisau


Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serba-serbi Olimpiade Perancis 1900 dan Hal Unik yang Terjadi

Serba-serbi Olimpiade Perancis 1900 dan Hal Unik yang Terjadi

Global
Kisah William 'Bumper' Haris, Insinyur Berkaki Satu yang Naik Eskalator Pertama di London

Kisah William "Bumper" Haris, Insinyur Berkaki Satu yang Naik Eskalator Pertama di London

Global
VIDEO: Kebakaran Hutan Turki Merambat ke Kota, Ada 53 Titik Api, 3 Orang Tewas

VIDEO: Kebakaran Hutan Turki Merambat ke Kota, Ada 53 Titik Api, 3 Orang Tewas

Global
30 Juli dalam Sejarah: Jambore Pramuka Pertama di Dunia pada 1920

30 Juli dalam Sejarah: Jambore Pramuka Pertama di Dunia pada 1920

Global
Banjir Bandang Melanda Afghanistan 60 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Banjir Bandang Melanda Afghanistan 60 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Global
Luncurkan Kampanye Dosis Ketiga Vaksin Covid-19, Israel Jadi Tempat Percobaan

Luncurkan Kampanye Dosis Ketiga Vaksin Covid-19, Israel Jadi Tempat Percobaan

Global
China Harap Taliban Berperan Akhiri Konflik di Afghanistan

China Harap Taliban Berperan Akhiri Konflik di Afghanistan

Global
Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Global
Joe Biden: Jakarta Mungkin Tenggelam 10 Tahun Lagi

Joe Biden: Jakarta Mungkin Tenggelam 10 Tahun Lagi

Global
Cerita Diaspora Indonesia Selama Lockdown Gelombang Ketiga Covid-19 di Myanmar

Cerita Diaspora Indonesia Selama Lockdown Gelombang Ketiga Covid-19 di Myanmar

Global
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jepang Bakal Perpanjang Status Darurat di Tokyo

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jepang Bakal Perpanjang Status Darurat di Tokyo

Global
Tegang dengan China, Duterte Pulihkan Pakta Pertahanan AS-Filipina

Tegang dengan China, Duterte Pulihkan Pakta Pertahanan AS-Filipina

Global
Rusak Ranjang untuk Buktikan Klaim Anti-seks, Atlet Israel Ini Minta Maaf

Rusak Ranjang untuk Buktikan Klaim Anti-seks, Atlet Israel Ini Minta Maaf

Global
Partai Republik dan Demokrat Berdebat Soal Pemakaian Masker di AS

Partai Republik dan Demokrat Berdebat Soal Pemakaian Masker di AS

Global
Studi Terbaru: Sekitar 3 Warga AS Hasilkan Emisi Karbon yang Bisa 'Membunuh' 1 Orang

Studi Terbaru: Sekitar 3 Warga AS Hasilkan Emisi Karbon yang Bisa "Membunuh" 1 Orang

Global
komentar
Close Ads X