Mantan Menlu AS Muncul Lagi, Kali Ini Serukan Boikot Olimpiade Beijing

Kompas.com - 06/03/2021, 06:18 WIB
Menter Luar Negeri ke-70 Amerika Serikat, Mike Pompeo, saat berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC), pada Sabtu (27/2/2021) di Orlando, Florida. AP PHOTO/JOHN RAOUXMenter Luar Negeri ke-70 Amerika Serikat, Mike Pompeo, saat berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC), pada Sabtu (27/2/2021) di Orlando, Florida.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) kembali muncul dan mendukung seruan pemboikotan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, China.

Pompeo mengatakan, aktivitas "buruk" China membuatnya tak pantas menjadi tuan rumah ajang olah raga akbar tersebut.

Dia menambahkan, pemerintahan AS di bawah mantan Presiden AS Donald Trump mencoba membujuk Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan Olimpiade Musim Dingin dari Beijing.

Dilansir dari AFP, Jumat (5/3/2021), Pompeo merupakan seorang yang vokal mengkritik China kala menjadi diplomat top era Trump.

Baca juga: Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

"Saya berharap, atlet-atlet kita mendapat kesempatan untuk berpartisipasi di Olimpiade. Mereka sangat pantas mendapatkannya," kata Pompeo kepada pembawa acara radio Hugh Hewitt.

"Tetapi pada akhirnya, kami tidak dapat mengizinkan atlet Amerika melakukan perjalanan ke Beijing dan memberi penghargaan kepada Partai Komunis China selama mereka melakukan semua aktivitas buruk yang mereka lakukan," imbuh Pompeo.

Pompeo bertutur, olimpiade adalah ekspresi kebebasan dan ekspresi bakat atletik yang dimiliki setiap insan.

“Dan menyelenggarakannya (olimpiade) di Beijing sama sekali tidak pantas," sambung Pompeo.

Baca juga: China Sebut Menlu AS Mike Pompeo Seperti Belalang Sembah

Sejumlah politikus dari Partai Republik, termasuk mantan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, juga telah menyerukan boikot untuk Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

Beberapa politikus tersebut mengaitkan boikot dengan penahanan massal etnik Uighur di Xinjiang.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Caroline Jurie Lepas Mahkota Mrs World Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Lepas Mahkota Mrs World Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Global
Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Global
Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul 'Dokter Hantu' yang Memakan Korban

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul "Dokter Hantu" yang Memakan Korban

Internasional
Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa 'Terprovokasi'

Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa "Terprovokasi"

Global
Rencana Pembasmian Kuda Liar Australia Ditentang Berbagai Pihak

Rencana Pembasmian Kuda Liar Australia Ditentang Berbagai Pihak

Global
Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Global
Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Global
Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

Global
21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
komentar
Close Ads X