Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Kompas.com - 28/02/2021, 22:02 WIB
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat berbicara di briefing virus corona, yang digelar di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Washington DC, 6 Mei 2020. KEVIN LAMARQUE/REUTERSMenteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat berbicara di briefing virus corona, yang digelar di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Washington DC, 6 Mei 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo kembali vokal di depan publik dengan mengkritik pemerintahan Joe Biden yang baru menjabat sekitar 1 bulan.

Pompeo diketahui adalah orang kepercayaan Presiden AS ke-45 Donald Trump, pendahulu Biden yang mengusung misi "America First".

Sementara Biden dalam persaingan sengit melawan Trump dalam pemilu 2020, menggaungkan slogan "America is back".

Baca juga: Mantan Kepala CIA Desak Biden Tak Tutup Mata dan Hukum Keras Putra Mahkota Arab Saudi

Pompeo mengejek "America is back" dari pemerintahan Biden dalam acara Conservative Political Action Conference (CPAC) di Orlando, Florida pada Sabtu (27/2/2021).

"Apanya yang kembali (dari Amerika)?" sindir Pompeo seperti yang dilansir dari Daily Mail pada Minggu (28/2/2021).

Dalam pidatonya itu, Pompeo nampak berusaha menggiring dan mengumpulkan kembali basis politik potensial untuk Trump.

Pompeo menganggap Biden bersikap terlalu lunak terhadap lawan politiknya, seperti Iran, China, dan Korea Utara.

Baca juga: DPR AS Setujui Rencana Joe Biden untuk Paket Stimulus Covid-19 1,9 Triliun Dollar AS

Di lain sisi dalam pidatonya pada Sabtu (27/2/2021), ia memuji kepemimpinan Trump. Pompeo membela sikap agresif pemerintahan Trump terhadap mereka yang akan menyakiti orang Amerika.

"Saya berulang kali mengirim pesan kepada orang-orang jahat di seluruh dunia bahwa jika Anda menyentuh orang Amerika, Anda akan membayar mahal," ucap Pompeo kepada orang banyak.

"America First mengamankan kebebasan kami dan seluruh dunia diuntungkan ketika Amerika tidak takut, berani, dan kuat," ujarnya.

Baca juga: Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Global
Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Global
Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Global
Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
komentar
Close Ads X