Pemerintah Yaman Tuduh Houthi Gunakan Warga Sipil sebagai "Perisai Manusia"

Kompas.com - 21/02/2021, 22:30 WIB
Pemerintah Yaman menuding pemberontak Houthi menggunakan penduduk kamp Al-Zor di distrik Sirwah provinsi itu sebagai perisai manusia, sejak mereka merebut daerah itu pekan lalu. AFPPemerintah Yaman menuding pemberontak Houthi menggunakan penduduk kamp Al-Zor di distrik Sirwah provinsi itu sebagai perisai manusia, sejak mereka merebut daerah itu pekan lalu.

SANAA, KOMPAS.com - Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menuduh pemberontak Houthi menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, dalam serangan baru mereka terhadap daerah sengketa utama dan terakhirnya di utara pada Sabtu (20/2/2021).

Awal bulan ini, pemberontak yang didukung Iran itu melanjutkan upaya untuk merebut kota Marib, 120 kilometer (75 mil) timur ibu kota yang dikuasai pemberontak Sanaa.

Kota itu terletak dekat dengan beberapa ladang minyak terkaya Yaman. Penguasaan wilayah itu akan menjadi hadiah utama bagi para pemberontak.

Namun pertempuran tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi ratusan ribu warga sipil. Penduduk yang telantar berlindung di kamp-kamp di gurun sekitar yang luasnya hingga ke perbatasan Arab Saudi.

Kepada AFP, pejabat militer yang loyal mengatakan pemberontak telah menggunakan penduduk kamp Al-Zor di distrik Sirwah provinsi itu sebagai "perisai manusia," sejak mereka merebut daerah itu pekan lalu.

Para pejabat mengatakan pertempuran itu tidak berhenti. Selama 24 jam terakhir, setidaknya 12 loyalis dan 20 pejuang pemberontak tewas dalam bentrokan di utara dan barat Marib.

Tidak ada cara untuk secara independen memverifikasi jumlah korban tewas. Tetapi jelas kedua belah pihak telah menderita banyak korban dalam pertempuran baru untuk kota itu.

Baca juga: Houthi Klaim Serang 2 Bandara di Arab Saudi dengan Drone

Hingga awal tahun lalu, Marib terhindar dari perang saudara terburuk yang meletus pada 2014.

Pada Sabtu (20/2/2021) kepala pemerintah tidak resmi pemberontak, Abdulaziz bin Habtoor, mendesak rakyat Yaman mendukung upaya Houthi merebut Marib.

"Mereka yang memerangi kami di Marib hanyalah agen yang dikelompokkan bersama dan dikirim ke sana di bawah naungan koalisi penyerang," katanya, menurut saluran pemberontak Al-Masirah.

"Kita semua harus mendukung pasukan (Houthi) dalam pertempuran Marib yang menentukan ini."

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan pihaknya "sangat prihatin" dengan pertempuran baru-baru ini.

"ICRC mendesak semua pihak yang berkonflik untuk mengambil segala tindakan yang mungkin dilakukan untuk melindungi warga sipil, properti mereka, dan semua infrastruktur penting sipil," katanya di Twitter.

Baca juga: Pemberontak Houthi Janji Tak Serang Arab Saudi Lagi, asalkan...

PBB telah memperingatkan potensi bencana kemanusiaan di wilayah tersebut.

"Konflik ini menempatkan jutaan warga sipil dalam risiko, terutama dengan pertempuran mencapai kamp-kamp pengungsi internal," kata utusan Martin Griffiths kepada Dewan Keamanan PBB.

Serangan Houthi terjadi ketika pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) menghapus pemberontak itu dari daftar hitam organisasi teroris Washington. Upaya itu dilakukan untuk memfasilitasi pengiriman bantuan ke daerah-daerah yang dikuasai pemberontak dan membuka jalan bagi pembaruan perundingan perdamaian.

Presiden AS Joe Biden juga telah mengumumkan diakhirinya dukungan AS untuk operasi ofensif Arab Saudi di Yaman. Menurutnya hal itu justru telah menciptakan "bencana kemanusiaan dan strategis".

Para pengamat mengatakan Houthi ingin menguasai Marib untuk memperkuat kekuasaan mereka dalam usaha akhir negosiasi perdamaian.

Baca juga: Arab Saudi Diserang Drone Houthi, Pesawat Penumpang Kena Tembak


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

Global
21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
komentar
Close Ads X