Kompas.com - 18/02/2021, 07:10 WIB
Foto tertanggal 7 November 2010 menampilkan Joe Biden yang masih menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keduanya bertemu di acara tahunan General Assembly of the Jewish Federations of North America di New Orleans. AP PHOTO/GERALD HERBERTFoto tertanggal 7 November 2010 menampilkan Joe Biden yang masih menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keduanya bertemu di acara tahunan General Assembly of the Jewish Federations of North America di New Orleans.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (17/2/2021) berbicara dengan Joe Biden untuk pertama kalinya, sejak Presiden Amerika Serikat (AS) itu menjabat.

"Pembicaraan sangat hangat dan ramah dan berlangsung kurang lebih satu jam," ujar keterangan penasihat media Netanyahu, dikutip dari AFP.

Panggilan telepon itu dilakukan setelah muncul kekecewaan di kalangan partai berkuasa Israel, karena Biden tak kunjung menelepon Netanyahu meski sudah empat minggu dilantik dan kedua negara adalah sekutu kuat.

Baca juga: Joe Biden Dianggap Remehkan PM Israel, Ini Jawabannya...

"Kedua pemimpin itu menjalin hubungan pribadi sejak lama, dan berkata mereka akan bekerja sama untuk terus memperkuat aliansi yang kuat antara Israel dan AS," lanjut keterangan tadi.

PM Israel dan Presiden AS juga disebut membahas kelanjutan perjanjian damai, ancaman Iran dan tantangan regional, serta sepakat melanjutkan pembicaraan.

Biden sebelumnya pernah berbicara dengan Netanyahu pada 17 November, dua minggu setelah pilpres AS dengan mengalahkan Donald Trump.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, dalam pidato kebijakan besar pertamanya Biden tidak menyinggung Israel meski berbicara tentang penguatan aliansi Amerika Serikat.

Baca juga: PM Israel Netanyahu Akui Perbedaan dengan Joe Biden Soal Iran dan Palestina

Trump saat menjabat menerapkan kebijakan-kebijakan yang membuat Israel senang, seperti memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem meski melanggar konsensus internasional selama puluhan tahun, dan memantik amarah rakyat Palestina.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X