Studi: Gara-gara Selfie, Turis Bisa Tularkan Covid-19 ke Gorila

Kompas.com - 17/02/2021, 21:09 WIB
Inilah Rafiki, seekor gorila gunung yang terkenal di Uganda. Pada awal Juni dia mati setelah ditombak oleh pemburu. Otoritas dengan cepat menangkap empat orang yang diyakini merupakan pelakunya. Daily MirrorInilah Rafiki, seekor gorila gunung yang terkenal di Uganda. Pada awal Juni dia mati setelah ditombak oleh pemburu. Otoritas dengan cepat menangkap empat orang yang diyakini merupakan pelakunya.

LONDON, KOMPAS.com - Turis yang berfoto selfie dengan gorila gunung liar dapat membuat primata tersebut berisiko terkena Covid-19, menurut penelitian baru.

Ilmuwan dari Universitas Oxford Brookes, Inggris, meninjau ratusan unggahan foto Instagram dari orang-orang yang mengunjungi hewan di Afrika Timur. Mereka menilai sebagian besar wisatawan cukup dekat dengan gorila untuk menyebarkan virus dan penyakit, menurut siaran pers dari universitas pada Selasa (16/2/2021) melansir CNN.

"Risiko penularan penyakit antara pengunjung dan gorila sangat memprihatinkan," kata pemimpin penulis studi Gaspard Van Hamme, seorang alumni Universitas Oxford Brookes yang mulai mengerjakan studi tersebut selama program masternya.

"Sangat penting bagi kami memperkuat dan menegakkan peraturan tur untuk memastikan pergerakan gorila liar tidak semakin mengancam kera besar yang sudah terancam ini."

Gorila gunung terdaftar sebagai terancam punah, dengan perkiraan 1.063 di antaranya tersisa di alam liar, menurut rilis tersebut.

Mereka tinggal di Republik Demokratik Kongo (Taman Nasional Virunga), Uganda (Taman Nasional Bwindi yang Tidak Dapat Ditembus dan Taman Nasional Mgahinga Gorilla), dan Rwanda (Taman Nasional Gunung Berapi).

Baca juga: 3 Gorila di Kebun Binatang AS Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Pegawai

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti melihat 858 foto yang diposting di Instagram dari 2013-2019 di bawah dua tagar #gorillatrekking dan #gorillatracking, kata penelitian tersebut.

Dari jumlah itu, 86 persen menunjukkan orang-orang dalam jarak empat meter (13,1 kaki) dari gorila, dan 25 di antaranya menunjukkan wisatawan menyentuh gorila.

Para peneliti menemukan turis berada cukup dekat dengan primata Afrika Timur untuk memungkinkan penularan.

"Kami menemukan bahwa masker wajah jarang dipakai oleh wisatawan yang mengunjungi gorila dan berpotensi menularkan penyakit antara manusia dan gorila yang mereka kunjungi," kata Magdalena Svensson, dosen antropologi biologi di Oxford Brookes University, dalam sebuah pernyataan.

Halaman:
Baca tentang

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X