Kompas.com - 28/01/2021, 15:20 WIB
Sejumlah tim berisi pakar internasional yang diutus Badan Kesehatan Dunia (WHO) meninggalkan pusat karantina di Wuhan, China, pada Kamis, 28 Januari 2021. Mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengungkap asal usul Covid-19. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALSejumlah tim berisi pakar internasional yang diutus Badan Kesehatan Dunia (WHO) meninggalkan pusat karantina di Wuhan, China, pada Kamis, 28 Januari 2021. Mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengungkap asal usul Covid-19.

WUHAN, KOMPAS.com - Tim pakar Badan Kesehatan Dunia (WHO) memulai penyelidikan mengungkap asal usul Covid-19 di Wuhan, China.

Para peneliti meninggalkan pusat karantina di ibu kota Provinsi Hubei itu, setelah diisolasi selama dua pekan sejak 14 Januari.

Kota di China tengah itu dikenal sebagai klaster pertama virus corona, ketika kasus infeksi merebak di Desember 2019.

Baca juga: WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

Mengenakan masker, tim penyelidik WHO duduk di bus yang hendak mengangkut mereka. Tak diketahui di mana mereka akan memulai investigasi.

Covid-19 ini diyakini berasal dari kelelawar, dan dijual sebagai makanan di pasar Seafood Huanan, yang juga menjual hewan liar lainnya.

Hingga 2021 ini, virus corona itu sudah membunuh lebih dari dua juta orang di seluruh dunia dan membuat ekonomi negara kolaps.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim penyelidik menyatakan, fokus mereka adalah mencari kunci bagaimana cara virus itu melompat dari binatang ke manusia.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki menyatakan, penting bagi mereka "mencari sampai ke akarnya" bagaimana virus itu menyebar di seluruh dunia.

Psaki menyuarakan "misinformasi yang dilontarkan sejumlah sumber di China", dan meminta investigasinya digelar "secepat dan sejernih mungkin".

Baca juga: Setahun Berlalu, Ini 5 Hal yang Berubah di Wuhan

Dalam misi yang sempat ditunda oleh Beijing, tak diketahui tempat-tempat mana saja yang diperbolehkan diselidiki oleh tim pakar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Hilang Selama 6 Tahun Kembali Bertemu Pemiliknya, Ini Momen Mengharukannya...

Kucing Hilang Selama 6 Tahun Kembali Bertemu Pemiliknya, Ini Momen Mengharukannya...

Global
10 Pesawat Terbang yang Mengubah Dunia

10 Pesawat Terbang yang Mengubah Dunia

Internasional
Tragedi 7 Desember 1941: Saat Jepang Obrak-abrik AS di Pearl Harbor

Tragedi 7 Desember 1941: Saat Jepang Obrak-abrik AS di Pearl Harbor

Global
7 Desember 1732: Gedung Opera Tertua Inggris, Royal Opera House Dibuka

7 Desember 1732: Gedung Opera Tertua Inggris, Royal Opera House Dibuka

Global
Digambarkan sebagai Penjahat, Keluarga Gucci Akan Tuntut Film House of Gucci

Digambarkan sebagai Penjahat, Keluarga Gucci Akan Tuntut Film House of Gucci

Global
Presiden Ukraina Kunjungi Garis Depan Konflik Lawan Rusia, Pakai Helm dan Rompi Antipeluru

Presiden Ukraina Kunjungi Garis Depan Konflik Lawan Rusia, Pakai Helm dan Rompi Antipeluru

Global
Jarang Terjadi, Israel Serang Pelabuhan Utama Suriah dengan Rudal

Jarang Terjadi, Israel Serang Pelabuhan Utama Suriah dengan Rudal

Global
AS Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing, Begini Respons IOC

AS Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing, Begini Respons IOC

Global
Sebelum AS Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing, China Peringatkan Akan Membalas

Sebelum AS Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing, China Peringatkan Akan Membalas

Global
Sebar Foto Korban Pembunuhan di WhatsApp, 2 Polisi Inggris Dipenjara Hampir 3 Tahun

Sebar Foto Korban Pembunuhan di WhatsApp, 2 Polisi Inggris Dipenjara Hampir 3 Tahun

Global
Junta Myanmar Kurangi Hukuman Penjara Aung San Suu Kyi Menjadi 2 Tahun

Junta Myanmar Kurangi Hukuman Penjara Aung San Suu Kyi Menjadi 2 Tahun

Global
AS Resmi Umumkan Boikot Diplomatik di Olimpiade Beijing 2022

AS Resmi Umumkan Boikot Diplomatik di Olimpiade Beijing 2022

Global
POPULER GLOBAL: Nikahi Mantan Istri lalu Donasi Ginjal | Di Ambang Invasi Rusia ke Ukraina

POPULER GLOBAL: Nikahi Mantan Istri lalu Donasi Ginjal | Di Ambang Invasi Rusia ke Ukraina

Global
Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Global
Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.