Menlu AS Batalkan Perjalanan Terakhir ke Luar Negeri Seiring Meningkatnya Potensi Bahaya Keamanan

Kompas.com - 13/01/2021, 11:21 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo mengenakan masker saat hadir dalam dialog dengan GP Ansor di Jakarta, Kamis (29/10/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo mengenakan masker saat hadir dalam dialog dengan GP Ansor di Jakarta, Kamis (29/10/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo membatalkan perjalanan resmi terakhirnya ke luar negeri, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran atas potensi kekerasan pada pelantikan presiden minggu depan.

Pengumuman itu disampaikan kurang dari 18 jam setelah pernyataan bahwa Pompeo akan melakukan perjalanan ke Brussel minggu ini. Pertemuan itu akan menutup masa jabatannya sebagai diplomat tertinggi AS.

Melansir AP pada Selasa (12/1/2021), pihak kementerian juga mengatakan telah menghentikan semua perjalanan ke luar negeri tingkat senior, termasuk Menlu AS.

Sebelumnya Pompeo berencana bertemu dengan Kepala NATO, Jens Stoltenberg, dan Menteri Luar Negeri Belgia saat berada di Brussel. Rencana awal untuk singgah di Luksemburg telah dibatalkan karena pandemi virus corona, menurut para pejabat.

Juru bicara Kemenlu AS, Morgan Ortagus mengatakan keputusan telah dibuat untuk membantu transisi ke pemerintahan Joe Biden yang akan datang, yang akan menjabat pada 20 Januari.

Baca juga: Donald Trump Tolak Bertanggung Jawab dalam Penyerbuan Gedung Capitol

Sejak serangan mematikan minggu lalu di Gedung Capitol AS oleh perusuh yang didorong oleh Presiden Donald Trump, kekhawatiran telah meningkat. Terutama tentang keamanan pelantikan Biden.

Namun para pejabat berdalih pembatalan perjalanan Pompeo dimaksudkan untuk mendukung transisi dan tidak terkait dengan ketakutan akan kekerasan.

"Departemen Luar Negeri sedang dalam upaya transisi dengan tim Presiden terpilih Biden," kata Ortagus dalam sebuah pernyataan.

"Kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proses transisi yang lancar dan tertib yang akan diselesaikan selama 8 hari ke depan,” tambahnya.

Menurutnya, pihak kementerian maupun tim Presiden Terpilih telah terlibat penuh selama beberapa minggu menuju tujuan ini. Proses kerja sama disambut baik dan berjalan dengan profesional.

Halaman:

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
komentar
Close Ads X