Donald Trump Tolak Bertanggung Jawab dalam Penyerbuan Gedung Capitol

Kompas.com - 13/01/2021, 10:01 WIB
Presiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump memainkan smartphone dalam diskusi dengan para gubernur tentang pembukaan kembali ekonomi paska Covid-19 di Gedung Putih, Washington DC (18/6/2020). SAUL LOEB/AFPPresiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump memainkan smartphone dalam diskusi dengan para gubernur tentang pembukaan kembali ekonomi paska Covid-19 di Gedung Putih, Washington DC (18/6/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump pada Selasa (12/1/2021) menolak bertanggung jawab terhadap penyerbuan Gedung Capitol oleh para pendukungnya dan memperingatkan kemungkinan "kemarahan yang luar biasa" di seluruh negeri.

Meskipun, Trump juga mendesak massa untuk "damai dan tenang" selama kunjungan singkatnya ke perbatasan AS-Meksiko di Alamo, Texas, keseluruhan pesannya adalah menolak disalahkan dalam penyerbuan Gedung Capitol, seperti yang dilansir dari AFP pada  Rabu (13/1/2021). 

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS berencana pada Rabu (13/1/2021) akan menjadikan Trump sebagai presiden pertama dalam sejarah AS yang dimakzulkan kedua kalinya.

Baca juga: Beberapa Tokoh Dunia Kecam Penutupan Permanen Akun Twitter Trump, Sebut Itu Pertanda Buruk

Pada Rabu pekan lalu (6/1/2021), Trump mengklaim bahwa dia adalah pemenang sebenarnya dari pemilihan 3 November, kemudian mendesak para pendukungnya untuk berdemo di Gedung Capitol.

Massa menyerang Gedung Capitol, berkelahi dengan polisi, menggeledah kantor, dan membuat anggota parlemen yang ketakutan untuk meninggalkan upacara yang menyatakan kemenangan pemilihan Demokrat Joe Biden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trump yang pemberontak dalam perjalanannya ke Texas bersikeras bahwa "semua orang" menganggap pidatonya "benar-benar tepat".

Trump menjuluki pemkzulannya sebagai "kelanjutan dari perburuan penyihir terbesar dalam sejarah politik."

Dia memperingatkan bahwa meski "Anda harus selalu menghindari kekerasan," para pendukungnya sangat marah.

"Aku belum pernah melihat kemarahan seperti itu," ucapnya.

Baca juga: Tulisan “Trump” Ditemukan pada Punggung Mamalia Manatee, Polisi Buru Pelaku Kriminal

Demokrat hampir pasti akan meloloskan pemakzulan di DPR.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.