Jelang Pelantikan Biden, Ekstremis Pendukung Trump Dilaporkan Bakal Kepung Gedung Capitol

Kompas.com - 13/01/2021, 07:43 WIB
Pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. ANTARA FOTO/REUTERS/STEPHANIE KEPendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Ribuan ekstremis bersenjata pendukung Donald Trump dikabarkan bakal mengepung Gedung Capitol menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat (AS).

Kabar itu disampaikan oleh seorang anggota DPR AS, Conor Lamb, yang diberi pengarahan tentang serangkaian ancaman baru terhadap anggota Kongres AS pada Senin (11/1/2021).

"Mereka berbicara tentang 4.000 'patriot' bersenjata untuk mengepung Capitol dan mencegah Demokrat masuk," kata Lamb, seorang politikus dari Partai Demokrat, kepada Alisyn Camerota dari CNN.

Lamb adalah salah satu anggota DPR AS yang mendapat pengarahan mengenai rencana pengepungan tersebut. Mereka diberi pengarahan kapan saatnya melawan jika keadaan memaksa.

“Mereka berkomitmen untuk melakukan apa yang mereka lakukan karena menurut saya dalam benak mereka, Anda tahu, mereka adalah patriot dan mereka berbicara tentang tahun 1776 (tahun kemerdekaan AS) dan sekarang ini adalah kontes keinginan," imbuh Lamb.

Baca juga: Perusuh “Bertanduk” di Gedung Capitol AS, Minta Makanan Khusus di Penjara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan tidak ingin berdialog dengan para ekstremis ini. Justru, Lamb ingin agar pembuat onar tersebut langsung dituntut dan dihukum.

“Dan sayangnya, itu termasuk Presiden (Trump). Itulah mengapa dia perlu dimakzulkan dan diberhentikan dari jabatannya,” sambung Lamb.

Sebelumnya, Biro Investigasi Federal (FBI) memperingatkan adanya aksi protes bersenjata di Gedung Capitol AS dan di 50 Gedung Capitol negara bagian.

Peringatan tersebut bakal meningkatkan kewaspadaan di antara anggota parlemen dan pejabat penegak hukum setelah aksi pengepungan Capitol Hill pekan lalu.

Dua anggota Parlemen AS dari Partai Demokrat yang berpartisipasi dalam pengarahan tersebut mengatakan kepada CNN bahwa mereka akan mengikuti beberapa skenario jika ada ancaman.

Baca juga: Penyerbuan di Capitol Hill, Trump Salahkan Orang-orang Antifa

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.