Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Kompas.com - 03/12/2020, 11:34 WIB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un mengadakan rapat darurat bersama politbiro pada Sabtu (25/7/2020), ketika ada dugaan kasus virus corona muncul di Korut. KCNA via REUTERSPemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un mengadakan rapat darurat bersama politbiro pada Sabtu (25/7/2020), ketika ada dugaan kasus virus corona muncul di Korut.

SEOUL, KOMPAS.com - Badan terkemuka antar-Korea di Seoul mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pihak mereka sedang bernegosiasi dengan Program Pangan Dunia (WFP) untuk mengganti 50.000 ton bantuan beras yang ditolak Pyongyang, Korea Utara dalam bentuk uang.

Melansir Joong Ang Daily, Juru bicara Kementerian Unifikasi Yoh Sang-key mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan berharap bisa memperoleh 11,77 juta dollar AS bantuan dari WFP untuk mengelola proyek bantuan tahun ini karena tidak ada kemajuan akibat kurangnya respons dari Korea Utara.

Proyek itu disusun tahun lalu, dimaksudkan Seoul sebagai niat baik dan harapan mereka terhadap Pyongyang di tengah kebuntuan negosiasi denuklirisasi.

Baca juga: Khawatir Air Laut Terinfeksi Virus Corona, Kim Jong Un Larang Rakyatnya Tangkap Ikan

Rencana proyek itu adalah mengirim bantuan pangan berupa beras sebesar 50.000 ton ke Korea Utara melalui WFP. 

Proyek itu merupakan yang pertama kalinya dalam satu dekade, pemberian bantuan pangan dari Selatan ke Utara.

Namun, beberapa minggu setelah Seoul menyetujui sumbangan itu dikirim akhir Juli 2019, pejabat Korea Utara mengatakan kepada WFP bahwa mereka tidak menginginkan bantuan tersebut.

Baca juga: Bantu Jutaan Orang Kelaparan di Dunia, Program Pangan Dunia Raih Hadiah Nobel Perdamaian 2020

Meski ditolak tanpa alasan, para pejabat Seoul mengira penolakan itu sebab latihan gabungan militer Korea Selatan dengan Amerika Serikat pada musim panas tahun lalu.

Akhirnya, menurut Juru bicara Yoh, bantuan itu ditukar dengan uang dan dialihkan ke anggaran pemerintah Korsel untuk proyek kerja sama antar-Korea.

Padahal, tahun ini, Korea Utara menghadapi krisis pangan besar yang diyakini memengaruhi sekitar 10 juta orang, 40 persen dari populasi yang ada di negara itu menurut keterangan PBB.

Penguncian perbatasan dengan China, mitra dagang terbesar Korut sejauh ini meningkatkan kenaikan harga makanan pokok di Korut.

Baca juga: Kim Jong Un Ancam Beri Hukuman bagi Warga Korut yang Sisakan Makanan

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ART Asal Indonesia Dipenjara di Singapura karena Sebar Video Saat Memandikan Majikannya

ART Asal Indonesia Dipenjara di Singapura karena Sebar Video Saat Memandikan Majikannya

Global
Keunikan Methuselah, Ikan Akuarium Tertua, Hidup sejak 1930-an

Keunikan Methuselah, Ikan Akuarium Tertua, Hidup sejak 1930-an

Global
Studi: Kasus Omicron Sebagian Besar Menjangkit Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19

Studi: Kasus Omicron Sebagian Besar Menjangkit Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19

Global
Inggris Sebut Vaksin Booster Bisa Cegah Kematian akibat Omicron hingga 95 Persen

Inggris Sebut Vaksin Booster Bisa Cegah Kematian akibat Omicron hingga 95 Persen

Global
Dituduh Pungut Kepingan F-35, China: Kami Tidak Tertarik

Dituduh Pungut Kepingan F-35, China: Kami Tidak Tertarik

Global
Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Global
Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Global
Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Global
Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Global
Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Global
Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Global
Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Global
Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Global
Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Global
POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.