Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Kompas.com - 03/12/2020, 08:57 WIB
Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Minggu (27/9/2020), menunjukkan tentara Azerbaijan menembakkan mortir di wilayah perang dengan separatis Nagorny-Karabakh. KEMENTERIAN PERTAHANAN AZERBAIJAN vi APFoto yang dirilis Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Minggu (27/9/2020), menunjukkan tentara Azerbaijan menembakkan mortir di wilayah perang dengan separatis Nagorny-Karabakh.

BEIRUT, KOMPAS.com - Lebih dari 900 milisi Suriah pro-Turki kembali ke Suriah setelah berakhirnya pertempuran Armenia- Azerbaijan di daerah sengketa Nagorno-Karabakh.

Hal itu disampaikan oleh pengawas perang Suriah yang berbasis di Inggris pada Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Dituduh Pakai Senjata Kimia, Rusia dan Suriah Terus Ditekan OPCW

Gencatan senjata yang terjadi pada 9 November mengakhiri lebih dari sebulan pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia, atas daerah kantong etnis Armenia yang memisahkan diri dari kendali Baku dalam perang pada 1990-an.

Turki telah dituduh mengirim ratusan tentara bayaran dari Suriah untuk berperang bersama pasukan Azeri dalam konflik tersebut, meskipun Ankara membantahnya.

Baca juga: Selang Sepekan, Jet Tempur Israel Gempur Suriah Lagi

Lebih dari 2.580 milisi Suriah telah dikirim ke Baku secara total, 293 di antaranya telah tewas, menurut kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

"Lebih dari 900 milisi dari faksi pro-Ankara telah kembali ke Suriah dalam beberapa gelombang," kata kepala Observatorium Rami Abdel Rahman, seperti yang dilansir AFP pada Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Jet Tempur Israel Gempur Suriah dan Tewaskan 10 Orang

Gelombang telah berlangsung pada 27 November lalu. Milis lainnya diharapkan pulang dalam beberapa hari mendatang.

Milisi yang kembali, pergi ke bagian utara Suriah yang dilanda perang di bawah kendali pemberontak pro-Turki, seperti kota Afrin, Jarabulus dan Al-Bab, kata Abdel Rahman.

Baca juga: Israel Gempur Target di Suriah, 3 Tentara Tewas

Perancis pada pertengahan November meminta Rusia, yang menjadi perantara kesepakatan gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan, untuk menjernihkan "ambiguitas" terkait kembalinya milisi asing.

Sumber diplomatik Perancis, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, pada saat itu menyebut kepergian milisi asing yang dikerahkan dalam konflik itu sebagai "elemen fundamental untuk stabilitas di kawasan".

Baca juga: Menteri Luar Negeri Suriah Terlama, Walid Al Muallem Tutup Usia


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan Komplek Kuburan Tua, Ungkap Makna Gigi Rusa di Zaman Batu

Temuan Komplek Kuburan Tua, Ungkap Makna Gigi Rusa di Zaman Batu

Global
Pesawat Pengebom China Masuki Wilayah Taiwan, Taipei Siagakan Rudalnya

Pesawat Pengebom China Masuki Wilayah Taiwan, Taipei Siagakan Rudalnya

Global
Dihina 'Busuk' dan 'Murahan', Wanita Ini Gugat Iparnya ke Pengadilan

Dihina "Busuk" dan "Murahan", Wanita Ini Gugat Iparnya ke Pengadilan

Global
Seorang Pria 2 Pekan Bertahan Hidup Hanya dengan Makan Jamur dan Air Bendungan

Seorang Pria 2 Pekan Bertahan Hidup Hanya dengan Makan Jamur dan Air Bendungan

Global
Madinah Jadi Salah Satu Kota Tersehat di Dunia Versi WHO

Madinah Jadi Salah Satu Kota Tersehat di Dunia Versi WHO

Global
Pembeli Beri Tip Pelayan Toko Rp 19 Juta, Tinggalkan Pesan Mengumpat Covid-19

Pembeli Beri Tip Pelayan Toko Rp 19 Juta, Tinggalkan Pesan Mengumpat Covid-19

Global
Ban Pesawat Hilang saat Mendarat, Rupanya Jatuh di Permukiman Warga

Ban Pesawat Hilang saat Mendarat, Rupanya Jatuh di Permukiman Warga

Global
Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Global
Promosikan Jamu Anti-corona Racikan Dukun, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Promosikan Jamu Anti-corona Racikan Dukun, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Global
Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Global
Salah Satu dari Kembar Identik Tertua Inggris Memaki Boris Johnson Setelah Saudaranya Meninggal karena Covid-19

Salah Satu dari Kembar Identik Tertua Inggris Memaki Boris Johnson Setelah Saudaranya Meninggal karena Covid-19

Global
Bernie Sanders Manfaatkan Meme Viral untuk Himpun Uang

Bernie Sanders Manfaatkan Meme Viral untuk Himpun Uang

Global
Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh

Kisah di Balik Kue-kue Italia yang Bentuknya Tak Senonoh

Global
33 Anak Hilang Ditemukan dalam Operasi Anti Perdagangan Manusia

33 Anak Hilang Ditemukan dalam Operasi Anti Perdagangan Manusia

Global
Selandia Baru Selidiki Kasus Covid-19 Komunitas Pertama Kali Setelah Sekian Bulan

Selandia Baru Selidiki Kasus Covid-19 Komunitas Pertama Kali Setelah Sekian Bulan

Global
komentar
Close Ads X