Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Kompas.com - 21/10/2020, 11:48 WIB
Gadis remaja yang menjadi pekerja seks setelah sekolah di Kenya ditutup pada Maret karena larangan virus corona, duduk di kamar sewaan tempat mereka bekerja di Nairobi, Kenya Kamis, 1 Oktober 2020. AP/Brian IngangaGadis remaja yang menjadi pekerja seks setelah sekolah di Kenya ditutup pada Maret karena larangan virus corona, duduk di kamar sewaan tempat mereka bekerja di Nairobi, Kenya Kamis, 1 Oktober 2020.

Onyango mengatakan penegakan hukum pekerja anak masih lemah. Undang-undang ketenagakerjaan Kenya mendefinisikan seorang anak sebagai seseorang yang berusia di bawah 18 tahun.

Undang-undang ini mengizinkan mempekerjakan anak-anak berusia 13 hingga 16 tahun untuk paruh waktu dan "tugas kerja ringan".

Mereka yang berusia 16 hingga 18 tahun bisa bekerja di industri dan konstruksi, meski tidak pada malam hari.

Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS tahun lalu, Kenya telah membuat "kemajuan moderat" dalam menghapus bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, seperti eksploitasi seksual, tetapi rupanya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Kenya memiliki 85 pengawas ketenagakerjaan, mungkin terlalu sedikit untuk mengawasi tenaga kerja lebih dari 19 juta pekerja, menurut laporan itu.

Kenya telah mulai mengurangi pembatasan pergerakan dan pertemuan publik karena jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di negara itu relatif rendah, dan berencana membuka kembali sekolah secara bertahap bulan ini.

Baca juga: Kisah Janda Kenya Memasak Batu untuk 8 Anaknya yang Kelaparan

 

Tetapi Onyango mengatakan banyak anak yang mulai bekerja ketika sekolah tutup dan tidak akan kembali.

Menurut UNICEF, Afrika Sub-Sahara sudah memiliki angka putus sekolah tertinggi di dunia. Hampir seperlima anak-anak antara 6 dan 11, dan lebih dari sepertiga remaja antara 12 dan 14, tidak bersekolah.

Pekerja seks berusia 16 tahun dan dua temannya mengatakan mereka berharap mereka tidak akan melakukan ini selama sisa hidup mereka, tetapi mereka pikir peluang mereka untuk kembali ke kelas sangat kecil.

“Awalnya kami bekerja sebagai model,” kata remaja berusia 16 tahun itu. “Di lingkungan kami, jika Anda mencapai usia 16 tahun tanpa hamil dan masih bersekolah, maka Anda (disebut) berhasil. Setelah menghindari kehamilan, kami hampir lulus dari sekolah menengah dan membuat sejarah."

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Global
Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Global
Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Global
Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Global
Anwar Ibrahim Gugat PM Malaysia di Pengadilan soal Usulan Darurat Nasional

Anwar Ibrahim Gugat PM Malaysia di Pengadilan soal Usulan Darurat Nasional

Global
PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

Global
Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Global
13 Fakta Unik Angela Merkel, Kanselir Jerman yang Akan Lengser

13 Fakta Unik Angela Merkel, Kanselir Jerman yang Akan Lengser

Global
Potong Hidung dan Bibir, Pria Ini Sebut Dirinya 'Alien Hitam'

Potong Hidung dan Bibir, Pria Ini Sebut Dirinya "Alien Hitam"

Global
Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa Bahas Navalny dalam Sidang di Markas Besar

Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa Bahas Navalny dalam Sidang di Markas Besar

Global
Facebook Hapus Unggahan dan Tangguhkan Chatbot Perdana Menteri Israel, Apa Alasannya?

Facebook Hapus Unggahan dan Tangguhkan Chatbot Perdana Menteri Israel, Apa Alasannya?

Global
WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

Global
Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Global
Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Global
Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Global
komentar
Close Ads X