Kecewa dengan Liga Arab, Palestina Pilih Mundur dari Kursi Kepresidenan Dewan

Kompas.com - 23/09/2020, 06:33 WIB
Pertemuan negara-negara Liga Arab yang dihadiri menteri luar negeri masing-masing anggota di Kairo, Mesir, Sabtu (9/12/2017), membahas pengakuan AS terhadap Yerusalem. MOHAMED EL-SHAHED / AFPPertemuan negara-negara Liga Arab yang dihadiri menteri luar negeri masing-masing anggota di Kairo, Mesir, Sabtu (9/12/2017), membahas pengakuan AS terhadap Yerusalem.

RAMALLAH, KOMPAS.com – Palestinya menyatakan mundur dari kursi kepresidenan Dewan Liga Arab pada Selasa (22/9/2020).

Keputusan tersebut diambil Palestina sebagai bentuk protes atas kegagalan Liga Arab dalam mengambil sikap terhadap kesepakatan Israel dengan beberapa negara Arab sebagaimana dilansir dari AFP.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengumumkan keputusan mundur dari peran kunci tersebut setelah kegagalan Liga Arab untuk menyetujui rancangan resolusi yang mengutuk kesepakatan normalisasi antara Uni Emirat Arab ( UEA) dan Israel.

"Negara Palestina ... menolak untuk mencatat dalam sejarahnya hubungan kepresidenannya dengan kemunduran dalam nilai dan prinsip yang terbukti dalam pertemuan terakhir dewan menteri luar negeri," kata Maliki di Ramallah, Tepi Barat.

Baca juga: PM Israel Benjamin Netanyahu Disebut Tak Berniat Bahas Perdamaian dengan Palestina

Kendati menyatakan telah mundur, Palestina akan tetap memimpin sesi terakhir Dewan Liga Arab awal bulan ini dan akan tetap memegang peran tersebut hingga Maret 2021.

Sebelumnya, delegasi mereka telah mengajukan rancangan resolusi pada pertemuan dewan di Kairo untuk mengutuk kesepakatan normalisasi antara Israel dengan UEA. 

Pertemuan itu mempertemukan para menteri luar negeri dari blok yang beranggotakan 22 orang tersebut. Namun usul Palestina ditolak.

Pertemuan di Kairo tersebut terjadi sebelum kesepakatan serupa diumumkan oleh Bahrain dengan Israel.

Baca juga: Palestina: UEA Tidak Berhak Ikut Campur Urusan Masjid Al Aqsa

Kedua kesepakatan itu ditandatangani di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 15 September.

Palestian mengutuk kesepakatan normalisasi dua negara Arab dengan Israel tersebut sebagai sebuah pengkhianatan.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disangka Sudah Meninggal, Seorang Pria 'Hidup Lagi' di Kamar Jenazah

Disangka Sudah Meninggal, Seorang Pria 'Hidup Lagi' di Kamar Jenazah

Global
Pemilu Amerika, Trump Isyaratkan Siap Hengkang dari Gedung Putih

Pemilu Amerika, Trump Isyaratkan Siap Hengkang dari Gedung Putih

Global
Agen Intelijen AS Dikabarkan Tewas di Somalia, CIA Bungkam

Agen Intelijen AS Dikabarkan Tewas di Somalia, CIA Bungkam

Global
Petugas Pemakaman Foto Selfie dengan Jasad Maradona, Penggemar Marah

Petugas Pemakaman Foto Selfie dengan Jasad Maradona, Penggemar Marah

Global
Kisah Maradona dan Persahabatannya dengan Para Pemimpin Kiri Amerika Latin

Kisah Maradona dan Persahabatannya dengan Para Pemimpin Kiri Amerika Latin

Global
Profil Sineenat, Selir Raja Thailand yang Foto Seksualnya Bocor ke Publik

Profil Sineenat, Selir Raja Thailand yang Foto Seksualnya Bocor ke Publik

Global
Trump Akhirnya Mau Tinggalkan Gedung Putih, tapi Ini Syaratnya

Trump Akhirnya Mau Tinggalkan Gedung Putih, tapi Ini Syaratnya

Global
Tayangkan Tutorial 'Berbelanja dengan Seksi', Acara TV Ini Ditangguhkan

Tayangkan Tutorial "Berbelanja dengan Seksi", Acara TV Ini Ditangguhkan

Global
Hampir 100 Paus Pilot Terdampar di Pulau Chatham, Terpaksa Di-eutanasia

Hampir 100 Paus Pilot Terdampar di Pulau Chatham, Terpaksa Di-eutanasia

Global
Pria Ini Ditikam Botol Pecah hingga Tewas demi Lindungi Sang Pacar

Pria Ini Ditikam Botol Pecah hingga Tewas demi Lindungi Sang Pacar

Global
Sambil Menangis, PM Denmark Minta Maaf Soal Pembantaian Cerpelai

Sambil Menangis, PM Denmark Minta Maaf Soal Pembantaian Cerpelai

Global
Victoria Catat 28 Hari Tanpa Kasus Infeksi dan Kematian Baru Virus Corona

Victoria Catat 28 Hari Tanpa Kasus Infeksi dan Kematian Baru Virus Corona

Global
Parlemen Azerbaijan Minta Perancis Dikeluarkan dari Penengah Konflik Nagorno-Karabakh, Ini Sebabnya

Parlemen Azerbaijan Minta Perancis Dikeluarkan dari Penengah Konflik Nagorno-Karabakh, Ini Sebabnya

Global
Diego Maradona Meninggal, Tanggal Kematiannya Sama Seperti Wafatnya Fidel Castro

Diego Maradona Meninggal, Tanggal Kematiannya Sama Seperti Wafatnya Fidel Castro

Global
Maradona Meninggal, Koran Seluruh Dunia Beri Penghormatan, Ada yang Menulis 'Tuhan Telah Mati'

Maradona Meninggal, Koran Seluruh Dunia Beri Penghormatan, Ada yang Menulis 'Tuhan Telah Mati'

Global
komentar
Close Ads X