Kompas.com - 22/09/2020, 22:23 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan "keadilan sejati" untuk Adelina Lisau setelah Pengadilan Banding Malaysia membebaskan majikan perempuan yang diduga menyiksa tenaga kerja Indonesia itu sampai meninggal.

Konsul Jendrral Indonesia di Penang, Bambang Suharto, mengatakan, "Kami tak puas, tetapi kami menghormati mahkamah banding Malaysia. Itu keputusan hukum yang berlaku, tetapi kami tak puas karena kami menilai belum ada keadilan untuk Adelina."

Bambang mengatakan, pihaknya menunggu tanggapan Kejaksaan Agung Malaysia atas putusan banding itu dalam 10 hari ke depan.

Baca juga: Pemerintah Kawal Penyidikan Jaksa Agung Malaysia untuk Keadilan Adelina Lisao

Majikan perempuan Adelina, Ambika MA Shan, digugat dengan Pasal 302 Hukum Pidana Malaysia yang memuat ancaman hukuman mati setelah diduga menyiksa Adelina, tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur.

Adelina, yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di rumah Ambika, meninggal dunia di rumah sakit di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, pada 11 Februari 2018.

Bambang Suharto juga mengatakan, pihaknya yakin "Kejaksaan Agung memiliki instrumen hukum yang dapat digunakan untuk meneruskan upaya mencari keadilan bagi Adelina."

"Saya yakin itu ada, tapi kami belum mau berspekulasi. Upaya untuk meneruskan mencari keadilan tetap akan dilanjutkan.... Kami akan terus mengawal dan berkomunikasi dengan lawyer (pengacara) untuk mencari terus upaya hukum sesuai yang berlaku di Malaysia yang bisa memberikan rasa keadilan yang sejati untuk Adelina," kata Bambang kepada BBC News Indonesia.

Organisasi hak asasi manusia di Malaysia, Tenaganita, mengatakan, putusan Pengadilan Banding itu sebagai "pesan berbahaya" terkait eksploitasi manusia.

"Majikan Adelina dibebaskan oleh Pengadilan Banding, ini sesungguhnya pesan berbahaya bagi semua."

Baca juga: Majikan TKI Adelina Terancam Hukuman Mati

"Kami ingat kata-kata ibu Adelina kepada kami, 'Dia mati bukan akibat penyakitnya, tetapi karena dia didera (disiksa)' dan majikannya tetap dibebaskan," kata Tenaganita melalui akun Twitter mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-167 Serangan Rusia ke Ukraina, Rusia Bantu Iran Luncurkan Satelit, Ledakan di Pangkalan Udara Crimea

Rangkuman Hari Ke-167 Serangan Rusia ke Ukraina, Rusia Bantu Iran Luncurkan Satelit, Ledakan di Pangkalan Udara Crimea

Global
[POPULER GLOBAL] FBI Gerebek Rumah Trump | Kisah Tragis “Hulk Brasil”

[POPULER GLOBAL] FBI Gerebek Rumah Trump | Kisah Tragis “Hulk Brasil”

Global
Apa yang Dimaksud dengan Negara Federasi?

Apa yang Dimaksud dengan Negara Federasi?

Internasional
Amerika Serikat, Negara Paling Maju di Dunia

Amerika Serikat, Negara Paling Maju di Dunia

Internasional
Batas Negara Brunei Darussalam

Batas Negara Brunei Darussalam

Global
Tumpukan Senjata Api, Peluru, dan Amunisi Ditemukan di Dasar Sungai London

Tumpukan Senjata Api, Peluru, dan Amunisi Ditemukan di Dasar Sungai London

Global
Kisah Tragis “Hulk Brasil”, Bintang Tik Tok yang Suntik Tubuh dengan Minyak agar Punya Biseps

Kisah Tragis “Hulk Brasil”, Bintang Tik Tok yang Suntik Tubuh dengan Minyak agar Punya Biseps

Global
Komandan Senior Brigade Martir Al-Aqsa Palestina Tewas dalam Serangan Pasukan Israel di Tepi Barat

Komandan Senior Brigade Martir Al-Aqsa Palestina Tewas dalam Serangan Pasukan Israel di Tepi Barat

Global
Bangladesh Minta China Bantu Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Bangladesh Minta China Bantu Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Global
Proses Hukum Kasus Pembunuhan Gabby Petito Berlanjut, Keluarga Tuntut Rp 750 Miliar ke Polisi

Proses Hukum Kasus Pembunuhan Gabby Petito Berlanjut, Keluarga Tuntut Rp 750 Miliar ke Polisi

Global
James Marape Terpilih Lagi Jadi PM Papua Nugini

James Marape Terpilih Lagi Jadi PM Papua Nugini

Global
Perusahaan Kasur AS Buka Lowongan Tukang Tidur Profesional, ke Kantor Pakai Piyama, Deskjob hanya Tidur

Perusahaan Kasur AS Buka Lowongan Tukang Tidur Profesional, ke Kantor Pakai Piyama, Deskjob hanya Tidur

Global
Siapa Sebenarnya Sosok Monalisa, Fiksi atau Nyata?

Siapa Sebenarnya Sosok Monalisa, Fiksi atau Nyata?

Global
PBB Temukan Banyak Bukti Kejahatan Internasional di Myamar

PBB Temukan Banyak Bukti Kejahatan Internasional di Myamar

Global
Memasukan Vape ke Mulut Bayi, Orang Tua Dihujat Netizen

Memasukan Vape ke Mulut Bayi, Orang Tua Dihujat Netizen

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.