PM Selandia Baru Diprediksi Menjabat Lagi berkat Keberhasilannya Tangani Covid-19

Kompas.com - 23/09/2020, 00:11 WIB
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern Shutterstock/photocosmos1PM Selandia Baru, Jacinda Ardern

WELLINGTON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern diperkirakan akan memenangi pemilihan umum pada bulan depan berkat keberhasilannya dalam menangani masalah pandemi virus corona di dalam negeri.

Melansir Reuters pada Selasa (22/9/2020), Ardern masih unggul dalam jajak pendapat pada hari ini.

Jajak pendapat 1News-Colmar Brunton menunjukkan, dukungan untuk Partai Buruh Ardern mendapatkan suara 48 persen, turun 5 poin persentase dari jajak pendapat terakhir pada Juli, tetapi masih cukup untuk memberikannya mayoritas kursi di parlemen.

Hasilnya berarti Partai Buruh akan mendapatkan 62 dari 120 kursi parlemen dan akan dapat memerintah sendiri, sehingga akan menjadi yang pertama sejak negara itu mengadopsi sistem proporsional anggota campuran (MMP) gaya Jerman pada 1994.

Baca juga: Naik Pesawat Saat Sakit, Wanita Ini Sebarkan Virus Corona ke 15 Orang

Ardern menjadi pemimpin termuda negara itu dalam lebih dari 150 tahun pada 2017, setelah Partai Pertama Selandia Baru yang merupakan raja nasionalis setuju untuk membentuk pemerintahan dengan Partai Buruhnya, mengakhiri dekade kekuasaan Partai Nasional.

Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa dukungan untuk oposisi Partai Nasional turun 1 poin persentase menjadi 31 persen, di bawah pemimpin baru terpilih Judith Collins.

“Setiap hari kami akan berada di luar sana untuk mendapatkan setiap suara. Saya tidak menerima suara begitu saja,” kata Ardern dalam debat televisi dengan Collins.

Pada Selasa (22/9/2020) adalah hari pertama dari empat debat yang direncanakan antara kedua kandidat perempuan itu, menjelang pemilihan, yang ditunda sebulan karena pandemi virus corona.

Baca juga: Selfie dalam Jarak Dekat dan Tak Pakai Masker, PM Selandia Baru Minta Maaf

Pemerintah memberlakukan lockdown virus corona kedua di kota terbesar Auckland pada pertengahan Agustus.

PM petahana itu mengatakan, pemerintah masih akan mengejar "rezim memberantas" untuk virus corona karena itu adalah cara terbaik untuk membuka aktivitas ekonomi kembali normal.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat

Global
Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Global
Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Global
Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Global
AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

Global
Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Global
Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Global
10 'Kejahatan' yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

10 "Kejahatan" yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

Global
Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Global
Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

Global
Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Global
Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut 'Pasien Nol Covid-19'

Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut "Pasien Nol Covid-19"

Global
 Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Global
Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Global
komentar
Close Ads X