Plakat Menantang Raja Thailand Dicopot, Demonstran Bersumpah Akan Balas

Kompas.com - 22/09/2020, 08:59 WIB
Para pemimpin gerakan pro-demokrasi dari pelajar memasang plakat kuningan bertuliskan, Negara milik rakyat di taman Sanam Luang, saat berunjuk rasa di Bangkok, Thailand, 20 September 2020. AP PHOTO/SAKCHAI LALITPara pemimpin gerakan pro-demokrasi dari pelajar memasang plakat kuningan bertuliskan, Negara milik rakyat di taman Sanam Luang, saat berunjuk rasa di Bangkok, Thailand, 20 September 2020.

BANGKOK, KOMPAS.com - Usai pencopotan "Plakat Rakyat" yang dipasang para demonstran di dekat Istana Agung Bangkok, para aktivis pada Senin (21/9/2020) bersumpah pencabutan itu menandai awal perjuangan untuk mereformasi kerajaan.

Sekitar 30.000 demonstran tumpah di jalan akhir pekan lalu, dalam unjuk rasa terbesar yang dimpimpin mahasiswa. Aksi itu terjadi hampir tiap hari mulai 2 bulan lalu.

Massa menuntut pengunduran diri Perdana Menyeri Prayuth Chan-o-cha, mantan panglima militer yang mendalangi kudeta 2014, dan beberapa juga menyerukan agar kerajaan tidak terlibat dalam politik.

Baca juga: Berani Menentang Raja, Ini Penyebab Demo Thailand dan Prediksi Selanjutnya

Kemudian tindakan paling simbolis sejauh ini adalah pemasangan "Plakat Rakyat" yaitu pelat kuningan seukuran penutup lubang got, di taman Sanam Luang dekat Istana Agung Bangkok.

Pemasangan dimaksudkan untuk meniru plakat yang dipasang puluhan tahun lalu tapi secara misterius hilang pada 2017.

Lalu kemarin plakat baru itu juga raib dari tempatnya, dan polisi mengatakan ke wartawan mereka telah mencopotnya untuk "digunakan sebagai bukti".

Para demonstran dituduh "melakukan perubahan pada area arkeologi tanpa izin," kata Sataporn Tiengdham dari Arkeologi Seni Rupa.

Baca juga: Mengapa Demonstran Mulai Berani Menantang Raja Thailand? Ini Kronologinya

Aktivis terkemuka Parit Chiwarak membantahnya. "Kami baru saja masuk taman dan pergi. Kami tidak menyebabkan kerusakan apa pun."

Namun jika terbukti bersalah, para demonstran bisa dijeblosan ke penjara 3 tahun.

Meski plakat simbolis itu hilang lagi, para demonstran tidak patah arang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Mahathir: Saya Sendiri Sekarang | Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

[POPULER GLOBAL] Mahathir: Saya Sendiri Sekarang | Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Global
Meghan Markle Tuai Pujian Setelah Akui Pernah Keguguran

Meghan Markle Tuai Pujian Setelah Akui Pernah Keguguran

Global
Perang Azerbaijan-Armenia Tengah Diselidiki Adanya Dugaan Kejahatan Perang

Perang Azerbaijan-Armenia Tengah Diselidiki Adanya Dugaan Kejahatan Perang

Global
Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat dan Pesan Kerja sama Damai kepada Joe Biden

Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat dan Pesan Kerja sama Damai kepada Joe Biden

Global
Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Global
Saling Berhadapan di Perairan Australia, Hiu Banteng Kabur Lihat Buaya 4,8 Meter

Saling Berhadapan di Perairan Australia, Hiu Banteng Kabur Lihat Buaya 4,8 Meter

Global
Video Viral Ungkap Bangkai Cerpelai di Denmark Menyembul dari Kuburannya

Video Viral Ungkap Bangkai Cerpelai di Denmark Menyembul dari Kuburannya

Global
China Persiapkan Aturan untuk Hindari Praktik 'Ekstremisme Agama'

China Persiapkan Aturan untuk Hindari Praktik "Ekstremisme Agama"

Global
Setelah Melahirkan di Toilet, Ibu Ini Tenggelamkan Bayinya Sebelum Dikubur

Setelah Melahirkan di Toilet, Ibu Ini Tenggelamkan Bayinya Sebelum Dikubur

Global
Berfoto dengan Selebritas Israel, Penyanyi Mesir Mohamed Ramadan Hadapi Tuntutan Hukum

Berfoto dengan Selebritas Israel, Penyanyi Mesir Mohamed Ramadan Hadapi Tuntutan Hukum

Global
China: Kritikan Paus Fransiskus 'Tidak Berdasar' terhadap Minoritas Muslim Uighur

China: Kritikan Paus Fransiskus "Tidak Berdasar" terhadap Minoritas Muslim Uighur

Global
Playboy Nigeria Ini Datang ke Pesta Membawa 6 Wanita yang Tengah Hamil

Playboy Nigeria Ini Datang ke Pesta Membawa 6 Wanita yang Tengah Hamil

Global
Akui Pernah Keguguran, Ini Curahan Hati Meghan Markle

Akui Pernah Keguguran, Ini Curahan Hati Meghan Markle

Global
Berhubungan Seks dengan Remaja 14 Tahun, Mantan Guru Ini Dipenjara 20 Tahun

Berhubungan Seks dengan Remaja 14 Tahun, Mantan Guru Ini Dipenjara 20 Tahun

Global
Apa Itu Masa Transisi Kepresidenan AS?

Apa Itu Masa Transisi Kepresidenan AS?

Global
komentar
Close Ads X