Trump Umumkan Pemulihan Relasi Israel dan Bahrain di Momen 9/11

Kompas.com - 12/09/2020, 15:59 WIB
Presiden Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Portico Utara Gedung Putih, Senin, 7 September 2020, di Washington. AP/Patrick SemanskyPresiden Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Portico Utara Gedung Putih, Senin, 7 September 2020, di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan pemulihan diplomatik antara Israel dan Bahrain di momen peringatan 11 September 2001 (9/11).

Kedua negara dilaporkan bakal menandatangani perjanjian itu dalam upacara yang berlangsung Gedung Putih pada 15 September nanti.

Bahrain menjadi negara kedua di kawasan teluk yang menjalin pemulihan hubungan diplomatik dengan Israel setelah Uni Emirat Arab.

Baca juga: Ikuti Jejak UEA, Bahrain Resmi Berdamai dengan Israel

Keputusan itu diambil setelah Trump berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, serta Raja Hamad bin Isa Al-Khalifa.

"Pencapain BERSEJARAH lain hari ini! Dua sahabat kami, Kerajaan Bahrain dan Israel sepakat untuk melakukan Perjanjian Damai. Negara Arab kedua dalam 30 hari," kata dia di Twitter.

Kemudian dalam pernyatannya di Gedung Putih, presiden 74 tahun tersebut menuturkan dia "sangat senang" bisa mengumumkannya di tengah 19 tahun peringatan 9/11.

Momen itu adalah ketika milisi dari kelompok Al-Qaeda membajak empat pesawat, dengan tiga di antaranya menabrak menara kembar World Trade Center dan Pentagon.

Serangan pada 11 September 2001 tersebut merenggut hampir 3.000 nyawa, dengan operasi untuk menghantam Al-Qaeda dilaksanakan.

"Ketika saya baru pertama menjabat, Timur Tengah berada dalam keadaan yang sangat kacau," ujar dia sebagaimana diberitakan AFP Jumat (11/9/2020).

Keputusan itu tak pelak memecah kebijakan Liga Arab terkait konflik Timur Tengah, sekaligus mendapat penolakan dari Palestina dan Iran.

"Saya bisa melihat banyak hal yang bakal terjadi ke depannya berkenaan dengan rakyat Palestina," beber Trump tanpa memberikan detil.

Sebelum menyepakati pemulihan dengan Bahrain dan Israel, Tel Aviv lebih dahulu menjalin pemulihan dengan Mesir (1979) dan Yordania (1994).

Baca juga: UEA dan Bahrain Damai dengan Israel, Akankah Disusul 4 Negara Ini?


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X