Ikuti Jejak UEA, Bahrain Resmi Berdamai dengan Israel

Kompas.com - 12/09/2020, 11:20 WIB
Dubes Amerika Serikat untuk Israel David Friedman (tengah), bersama Avraham Berkowitz Asisten Presiden Israel dan Utusan Khusus Negosiasi Internasional (kiri), dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin (kanan), saat berbicara di Oval Office Gedung Putih, Washington DC, Jumat (11/9/2020). AP PHOTO/ANDREW HARNIKDubes Amerika Serikat untuk Israel David Friedman (tengah), bersama Avraham Berkowitz Asisten Presiden Israel dan Utusan Khusus Negosiasi Internasional (kiri), dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin (kanan), saat berbicara di Oval Office Gedung Putih, Washington DC, Jumat (11/9/2020).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (11/9/2020) mengumumkan kesepakatan normalisasi hubungan antara negaranya dengan Bahrain.

Kesepakatan ini kembali memantik kecaman dari Palestina, tak sampai sebulan setelah UEA kembali menjalin hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu.

"Warga Israel, saya tergerak untuk dapat memberitahu Anda bahwa malam ini, kami mencapai kesepakatan damai dengan negara Arab lainnya, Bahrain."

"Kesepakatan ini setelah perdamaian bersejarah dengan Uni Emirat Arab," kata Netanyahu dalam pernyataan berbahasa Ibrani yang dikutip AFP.

Baca juga: Liga Arab Tolak Permintaan Palestina untuk Kecam Normalisasi Hubungan UEA-Israel

Spekulasi telah merebak di kalangan media Israel, bahwa kesepakatan damai dengan Bahrain akan terjalin hari itu.

Perjanjian damai ini juga diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan dikonfirmasi pejabat senior Bahrain.

Dengan demikian Bahrain menjadi negara Teluk kedua dan negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Baca juga: Perjanjian Bersejarah UEA-Israel Bakal Ditandatangani di AS

Sebelumnya Mesir telah berdamai dengan Israel pada 1979 dan Yordania menyusul pada 1994.

Kemudian UEA mengikuti jejak kedua negara tersebut pada 13 Agustus 2020.

"Kami membutuhkan waktu 26 tahun untuk beralih dari perjanjian damai kedua menjadi yang ketiga... tetapi 29 hari untuk beranjak dari perjanjian damai negara Arab ketiga menjadi yang keempat," ucap Netanyahu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertarungan Mata-mata antara Barat dan Rusia Memanas di Tengah Perang Ukraina

Pertarungan Mata-mata antara Barat dan Rusia Memanas di Tengah Perang Ukraina

Global
KBRI Roma Adakan Joint Webinar dengan Utusan Swiss, Bahas Pertanian Digital

KBRI Roma Adakan Joint Webinar dengan Utusan Swiss, Bahas Pertanian Digital

Global
AS Akan Hapus 5 Kelompok Ekstremis Ini dari Daftar Organisasi Teroris Asing

AS Akan Hapus 5 Kelompok Ekstremis Ini dari Daftar Organisasi Teroris Asing

Global
McDonald's Akan Keluar dari Rusia dan Jual Bisnisnya

McDonald's Akan Keluar dari Rusia dan Jual Bisnisnya

Global
Meski Ada Larangan Ekspor, India Akan Tetap Kirim Gandum ke Negara yang Membutuhkan

Meski Ada Larangan Ekspor, India Akan Tetap Kirim Gandum ke Negara yang Membutuhkan

Global
Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ratu Elizabeth II Akhirnya Hadiri Perayaan Jubilee

Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ratu Elizabeth II Akhirnya Hadiri Perayaan Jubilee

Global
Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

Global
Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Global
Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Global
Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Global
Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Global
Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Global
Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Global
Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Global
Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.