Perundingan Damai 'Bersejarah'Afghanistan-Taliban Dimulai

Kompas.com - 12/09/2020, 15:14 WIB
Para tahanan Taliban yang baru saja dibebaskan Afghanistan, berjalan di penjara Pul-e-Charkhi, Kabul, pada Kamis (13/8/2020). NATIONAL SECURITY COUNCIL via REUTERSPara tahanan Taliban yang baru saja dibebaskan Afghanistan, berjalan di penjara Pul-e-Charkhi, Kabul, pada Kamis (13/8/2020).

KOMPAS.com - Perundingan damai pertama antara pemerintah Afghanistan dan Taliban dimulai di Qatar pada Sabtu (12/9/2020) setelah tertunda selama berbulan-bulan.

Dalam pidato pembukanya, kepala delegasi Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan ada kesempatan untuk mengakhiri hal yang dia sebut "penderitaan tak berkesudahan".

Pemimpin politik Taliban, Mullah Baradar, berkata dia ingin Afghanistan menjadi negara independen dengan sistem Islam.

Perundingan itu seharusnya dimulai menyusul kesepakatan keamanan AS-Taliban pada Februari.

Namun perdebatan soal pertukaran tawanan yang kontroversial memperlambat tahapan berikutnya, begitu pula kekerasan di Afghanistan, tempat perang yang telah berlangsung selama empat dekade menemui jalan buntu.

Amerika Serikat (AS) telah memainkan peran penting sebagai perantara negosiasi. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut perundingan ini "peristiwa penting", dan mengatakan kepada kedua pihak bahwa seluruh dunia mengharapkan kesuksesan mereka.

Delegasi para pemimpin Afganistan berangkat dari Kabul ke Doha pada Jumat, 11 September, tanggal terjadinya serangan mematikan terhadap AS, 19 tahun lalu, yang berujung pada akhir kekuasaan Taliban.

Pada hari Kamis, Taliban mengonfirmasi bahwa mereka akan hadir, setelah enam tawanan terakhir dilepaskan.

Baca juga: Setelah 2 Dekade Berperang, Tercapaikah Pembicaraan Damai Taliban dengan Pemerintah Afghanistan?

Apa yang bisa diharapkan dari perundingan ini?

Ini adalah pertemuan langsung pertama antara Taliban dan perwakilan pemerintah Afghanistan.

Sebelumnya, kelompok militan itu selalu menolak menemui pemerintah, menyebut mereka tidak berdaya dan "boneka" Amerika.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X