Kisah Perang: Douglas Bader Pilot Tanpa Kaki yang jadi Legenda Inggris

Kompas.com - 08/09/2020, 19:00 WIB
Kedua kaki Douglas Bader diamputasi, tapi pilot ini tetap tangguh di udara dan menjadi pahlawan perang Inggris. RAF MUSEUMKedua kaki Douglas Bader diamputasi, tapi pilot ini tetap tangguh di udara dan menjadi pahlawan perang Inggris.

Kembali ke medan perang

Hasrat Bader untuk terjun lagi ke medan perang tak pernah luntur, meski terbatas dengan kondisi fisik dan penolakan dari para petinggi militer.

Hingga akhirnya ketika perang merebak di Eropa pada 1939, Bader mengajukan petisi untuk kembali ke RAF dan kokpit di jet tempur.

"Dia sangat bersemangat, memang. Dia satu-satunya orang di rumah kami yang benar-benar merindukannya dengan berkata, 'Mereka harus merekrutku sekarang'," kata Jill Lewis saudara ipar Bader di film dokumenter tv Secret Lives: Douglas Bader yang tayang pada 1996.

Naluri Bader menunjukkan dia memang ditakdirkan untuk tugas ini. Pada 3 September 1939 Inggris mengibarkan bendera perang pada Nazi, dan 5 bulan setelahnya Bader kembali ke kokpit. Ia menerbangkan jet tempur Supermarine Spirtfire yang ikonik.

Kemenangan pertamanya dicetak pada awal Juni 1940 dengan menembak jatuh sebuah pesawat Jerman di langit Perancis.

Beberapa minggu kemudian dia dipercaya memimpin skuadron 242, sekelompok pasukan yang banyak berisi orang Kanada dan sempat dikerahkan ke Perancis sebelum dikuasai tentara Nazi dan mereka pun mundur ke Inggris.

Baca juga: Kisah Perang: Lyudmila Pavlichenko, Sniper Wanita Paling Mematikan Berjuluk Lady Death

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bader segera mengubah unitnya, berkonsentrasi pada peningkatan kemampuan terbang para pilot, kerja sama tim, dan kepercayaan diri mereka," terang Museum RAF.

Reach for the Sky menampilkan bagaimana Bader mempersenjatai dan mencari bantuan ke sana-sini untuk mendapatkan peralatan memadai bagi skuadron 242.

Sukses di medan perang

"Keberhasilan besar pertama skuadron 242 terjadi pada 30 Agustus ketika menjatuhkan 12 pesawat musuh, dan Bader menembak jatuh 2," kata Museum RAF.

Pencapaian apik itu juga ditulis pilot William McKnight dalam suratnya pada 22 September 1940.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X