Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Kompas.com - 06/08/2020, 17:50 WIB
Situasi di Beirut usai terjadi ledakan besar di gudang amonium nitrat, Rabu (5/8/2020). EPA/WAEL HAMZEH via BBC INDONESIASituasi di Beirut usai terjadi ledakan besar di gudang amonium nitrat, Rabu (5/8/2020).

BEIRUT, KOMPAS.com - Laporan-laporan tentang ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon, menyebar dengan cepat di media sosial beberapa saat saat usai kejadian.

Di saat banyak video yang tampak asli difilmkan oleh warga tersebar, klaim dan narasi palsu "hoaks" tentang penyebab ledakan juga menyebar dengan cepat di platform media sosial, seperti Twitter dan WhatsApp.

Jadi, kesalahan informasi apa yang menyebar secara viral di media sosial?

Baca juga: Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Dari kembang api hingga bom nuklir

Klaim-klaim tentang penyebab ledakan menyebar dan viral di Twitter. Spekulasi yang muncul adalah ledakan tersebut akibat dari terbakarnya sebuah pabrik kembang api.

Asumsi itu muncul karena, berdasarkan video yang beredar di sosial media, adanya sebuah ledakan yang lebih kecil yang diikuti kebakaran sebelum terjadi ledakan besar.

Klaim tentang kembang api tampaknya masuk akal pada saat itu, tetapi twit-twit viral lainnya menyatakan alasan lain, yaitu ledakan itu akibat dari bom nuklir karena tercipta awan besar seperti jamur putih yang membumbung tinggi di dalam rekaman.

Twit yang kini telah dihapus itu menyebut bencana itu sebagai akibat dari ledakan "atomik". Twit yang menghasilkan ribuan shares dan likes itu dibagikan oleh pemilik akun yang telah terverifikasi oleh Twitter dan memiliki lebih dari 100.000 pengikut.

Baca juga: Bank Dunia Siap Membuat Skema Pendanaan untuk Membantu Lebanon

Sebuah twit yang salah mengklaim bahwa ledakan di Beirut akibat bom atom.BBC INDONESIA Sebuah twit yang salah mengklaim bahwa ledakan di Beirut akibat bom atom.
Para ahli senjata dan bom dengan cepat merespons klaim tersebut dengan mengatakan bahwa jika ledakan itu disebabkan oleh bom nuklir, maka akan disertai dengan kilatan cahaya putih yang menyilaukan dan gelombang panas yang membakar banyak orang.

Juga, awan jamur tidak selalu muncul akibat dari bom nuklir. Menurut para ahli, awan tersebut muncul akibat dari hasil kompresi udara lembab, yang mengembunkan air dan menciptakan awan.

"Serangan bom atau rudal"

Klaim yang tidak berdasar terus menyebar dan viral. Salah satunya adalah menuduh Amerika Serikat, Israel, atau Hezbollah sebagai aktor yang meledakan "bom nuklir". Klaim ini dibagikan oleh situs berita partisan dan figur publik.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL]  Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden | Armenia: Turki Kirim Ahli Militer hingga Pesawat Tempur untuk Azerbaijan

[POPULER GLOBAL] Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden | Armenia: Turki Kirim Ahli Militer hingga Pesawat Tempur untuk Azerbaijan

Global
Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Global
WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

Global
Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Global
Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Global
Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Global
Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Global
Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Global
Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Global
Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Global
Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Global
Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Global
Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Global
Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Global
WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

Global
komentar
Close Ads X