Adakan Program Clean Network, Ponsel AS Akan Blokir Aplikasi China

Kompas.com - 06/08/2020, 16:47 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat berpidato di Richard Nixon Presidential Library, di Yorba Linda, California, AS, 23 Juli 2020. POOL/ASHLEY LANDIS via REUTERSMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat berpidato di Richard Nixon Presidential Library, di Yorba Linda, California, AS, 23 Juli 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) akan memblokir aplikasi-aplikasi buatan China di ponsel AS.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkannya pada Rabu (5/8/2020) dalam rangka perluasan program Clean Network.

Selain aplikasi China, program itu juga menyasar ponsel buatan China dan cloud service yang diklaimnya membahayakan keamanan nasional.

Baca juga: Layanan Kesehatan Nasional Asal Inggris Ciptakan Aplikasi untuk Menekan Penyebaran Covid-19

Pompeo mengatakan, AS hendak memblokir aplikasi China yang tidak terpercaya dari App Stores dan ponsel-ponsel buatan AS.

"Dengan perusahaan induk yang berbasis di China, aplikasi seperti TikTok, WeChat, dan lainnya adalah ancaman signifikan terhadap data pribadi warga Amerika, belum lagi alat untuk sensor konten CCP," kata Pompeo yang merujuk ke Partai Komunis China, dikutip dari AFP.

Lalu dia menambahkan, AS juga akan memblokir aplikasi pra-instal buatan Amerika atau aplikasi unduhan lainnya, di ponsel buatan China dan peralatan nirkabel Huawei serta produsen lainnya.

Baca juga: Pesan Tempat Shalat Lewat Aplikasi Hingga Kurban Online, Begini Perayaan Idul Adha di Seluruh Dunia

"Kami tidak mau perusahaan terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia Huawei atau aparat pengawasan Partai Komunis China," ucapnya.

Pompeo lalu menuturkan, pemerintah "Negeri Paman Sam" juga akan membatasi kemampuan penyedia layanan asal China, untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data sensitif di AS.

Secara khusus dia menyebut nama raksasa teknologi China yakni Alibaba, Baidu, dan Tencent.

Pengumuman dari Pompeo ini muncul dua hari setelah Presiden AS Donald Trump mendesak ByteDance untuk menjual operasional TikTok di AS, dan jika menolak akan ditutup sepenuhnya di AS pada pertengahan September.

Baca juga: Jika TikTok Tak Dijual ke AS dalam 6 Minggu, Begini Ancaman Trump

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upacara Tradisional Nobel Ditiadakan, Diganti Melalui Siaran Digital

Upacara Tradisional Nobel Ditiadakan, Diganti Melalui Siaran Digital

Global
Gulingkan Muhyiddin, Anwar Ibrahim akan Jadi Perdana Menteri Baru Malaysia?

Gulingkan Muhyiddin, Anwar Ibrahim akan Jadi Perdana Menteri Baru Malaysia?

Global
Trump dalam Sidang Umum PBB: China Harus Dimintai Pertanggungjawaban soal Covid-19

Trump dalam Sidang Umum PBB: China Harus Dimintai Pertanggungjawaban soal Covid-19

Global
Kemenangan PRT Indonesia Parti Liyani atas Bos Singapura, Bagai Daud Melawan Goliath

Kemenangan PRT Indonesia Parti Liyani atas Bos Singapura, Bagai Daud Melawan Goliath

Global
Perusahaan Milik Bos Chelsea Roman Abramovich Diduga Danai Upaya Pengusiran Palestina

Perusahaan Milik Bos Chelsea Roman Abramovich Diduga Danai Upaya Pengusiran Palestina

Global
Meski Pandemi, Warga Australia Tetap Semangat Belajar Bahasa Indonesia

Meski Pandemi, Warga Australia Tetap Semangat Belajar Bahasa Indonesia

Global
Presiden Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB, Peringatkan 'Benturan Peradaban'

Presiden Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB, Peringatkan 'Benturan Peradaban'

Global
Angka Kematian Akibat Virus Corona di AS Tembus 200.000

Angka Kematian Akibat Virus Corona di AS Tembus 200.000

Global
Umrah akan Dimulai Kembali 4 Oktober, Ini Tahapannya

Umrah akan Dimulai Kembali 4 Oktober, Ini Tahapannya

Global
Pidato Jokowi di Sidang Umum PBB tentang Palestina: No Country Left Behind

Pidato Jokowi di Sidang Umum PBB tentang Palestina: No Country Left Behind

Global
Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dorong Perdamaian Indo-Pasifik

Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dorong Perdamaian Indo-Pasifik

Global
Istri Presiden Soekarno Pertama Kali Jajal Bermain Yu-Gi-Oh dan Menang

Istri Presiden Soekarno Pertama Kali Jajal Bermain Yu-Gi-Oh dan Menang

Global
Taiwan Desak China Mundur: Kembali ke Standar Internasional yang Beradab

Taiwan Desak China Mundur: Kembali ke Standar Internasional yang Beradab

Global
Kecewa dengan Liga Arab, Palestina Pilih Mundur dari Kursi Kepresidenan Dewan

Kecewa dengan Liga Arab, Palestina Pilih Mundur dari Kursi Kepresidenan Dewan

Global
[POPULER GLOBAL] Mertua Bunuh Menantu karena Putrinya Diselingkuhi | TKI Menang atas Tuduhan Pencurian

[POPULER GLOBAL] Mertua Bunuh Menantu karena Putrinya Diselingkuhi | TKI Menang atas Tuduhan Pencurian

Global
komentar
Close Ads X