Virus Corona Jadi Penyebab Korban Tewas akibat Ledakan di Lebanon Tidak Tinggi

Kompas.com - 06/08/2020, 15:13 WIB
Asap membubung setelah ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, p-ada 4 Agustus 2020. Karim Sokhn/Instagram/Ksokhn + Thebikekitchenbeirut/via REUTERSAsap membubung setelah ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, p-ada 4 Agustus 2020.

BEIRUT, KOMPAS.com - Sebuah bangunan baru berpelindung kaca di area pelabuhan Beirut menampung banyak kantor media dan perusahaan bisnis.

Namun, pasca ledakan besar pada Selasa sore, bangunan itu tinggal gundukan beton dan baja yang bengkok.

Meski ledakan dahsyat itu menewaskan lebih dari 135 orang dan melukai 5.000 orang lainnya, ada 2 faktor yang mungkin masih bisa dikatakan sebagai alasan mengapa angka korban tewas tidak terlalu tinggi.

Dua faktor itu di antaranya jam kerja musim panas yang pendek dan working from home (WFH) alias bekerja dari rumah karena wabah virus corona.

Baca juga: Amonium Nitrat Diduga Tak Hanya Jadi Penyebab Ledakan di Beirut, Lebanon

Banyak karyawan sudah selesai bekerja pada jam 3 sore. Banyak karyawan lainnya bekerja dari rumah sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19.

Namun, mereka yang masih berada di kantor saat insiden ledakan terjadi, punya cerita yang mengerikan.

Di salah satu kantor yang terdapat di gedung baru dekat pelabuhan itu ada sebuah tim redaksi koran An-Nahar yang sedang berkumpul meluncurkan proyek terbaru mereka, An-Nahar Al-Arabi.

“Kami berada di aula lantai atas untuk menyelesaikan perayaan dan editor edisi cetak surat kabar tengah memasuki gedung ketika kami mendengar ledakan pertama,” kata jurnalis Rana Najjar, yang menderita luka ringan di kepala.

“Pelabuhan ada di seberang kantor kami dan beberapa dari kami sudah mulai mengambil gambar ketika kami melihat api. Kemudian ledakan besar terjadi. Beberapa dari kami berlari ke bawah meja atau berlari lebih jauh untuk mencari keselamatan. Yang lain terjebak di kantor mereka ketika langit-langit runtuh. Pecahan kaca melukai banyak orang."

Baca juga: Darah Di Mana-mana, Pengakuan Dokter Unit Darurat Pasca Ledakan Lebanon

Karena pandemi virus corona, surat kabar itu masih mempertahankan jadwal staf yang terbatas, menurut Najjar.

Halaman:

Sumber Arab News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dorong Perdamaian Indo-Pasifik

Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dorong Perdamaian Indo-Pasifik

Global
Istri Presiden Soekarno, Pertama Kali Jajal Bermain Yu-Gi-Oh dan Menang

Istri Presiden Soekarno, Pertama Kali Jajal Bermain Yu-Gi-Oh dan Menang

Global
Taiwan Desak China Mundur: Kembali ke Standar Internasional yang Beradab

Taiwan Desak China Mundur: Kembali ke Standar Internasional yang Beradab

Global
Kecewa dengan Liga Arab, Palestina Pilih Mundur dari Kursi Kepresidenan Dewan

Kecewa dengan Liga Arab, Palestina Pilih Mundur dari Kursi Kepresidenan Dewan

Global
[POPULER GLOBAL] Mertua Bunuh Menantu karena Putrinya Diselingkuhi | TKI Menang atas Tuduhan Pencurian

[POPULER GLOBAL] Mertua Bunuh Menantu karena Putrinya Diselingkuhi | TKI Menang atas Tuduhan Pencurian

Global
PM Selandia Baru Diprediksi Menjabat Lagi Berkat Keberhasilannya Tangani Covid-19

PM Selandia Baru Diprediksi Menjabat Lagi Berkat Keberhasilannya Tangani Covid-19

Global
Kanal Telegram Milik ISIS Disebut Dibanjiri Gambar Porno

Kanal Telegram Milik ISIS Disebut Dibanjiri Gambar Porno

Global
Majikan Penyiksa TKI Adelina Sau Dibebaskan, Indonesia Akan Mencari Keadilan

Majikan Penyiksa TKI Adelina Sau Dibebaskan, Indonesia Akan Mencari Keadilan

Global
Perang Afghanistan-Taliban Masih Berlanjut, Seorang Istri Hamil Besar Berharap Suami Keempatnya Tidak Tewas Lagi

Perang Afghanistan-Taliban Masih Berlanjut, Seorang Istri Hamil Besar Berharap Suami Keempatnya Tidak Tewas Lagi

Global
Mengaku Titisan Yesus Kristus, Pria Ini Ditangkap Pasukan Khusus Rusia

Mengaku Titisan Yesus Kristus, Pria Ini Ditangkap Pasukan Khusus Rusia

Global
Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 AS ke UEA, Ditargetkan Desember Kantongi Perjanjian Awal

Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 AS ke UEA, Ditargetkan Desember Kantongi Perjanjian Awal

Global
Petugas Polisi New York Didakwa Melakukan Spionase tentang Komunitas Tibet untuk Pemerintah China

Petugas Polisi New York Didakwa Melakukan Spionase tentang Komunitas Tibet untuk Pemerintah China

Global
Korban Selamat Termuda Bom Quetta 2018, Menari dengan Kaki Prostetik

Korban Selamat Termuda Bom Quetta 2018, Menari dengan Kaki Prostetik

Global
Kisah Perang: Tet Offensive, Hari Kelam Tentara Paman Sam di Vietnam

Kisah Perang: Tet Offensive, Hari Kelam Tentara Paman Sam di Vietnam

Global
Dijanjikan Pinjaman, Pemandu Wisata Diperkosa 6 Orang di Hotel Bintang 5

Dijanjikan Pinjaman, Pemandu Wisata Diperkosa 6 Orang di Hotel Bintang 5

Global
komentar
Close Ads X