Derek Chauvin, Pembunuh George Floyd, Diduga Kemplang Pajak

Kompas.com - 23/07/2020, 20:50 WIB
Derek Chauvin, eks polisi Minneapolis yang ditangkap setelah aksinya menindih leher George Floyd viral. Floyd, yang saat itu ditangkap karena diduga menggunakan uang palsu tewas, dengan kematiannya menimbulkan gelombang demonstrasi besar di AS. Police Handout via Daily MirrorDerek Chauvin, eks polisi Minneapolis yang ditangkap setelah aksinya menindih leher George Floyd viral. Floyd, yang saat itu ditangkap karena diduga menggunakan uang palsu tewas, dengan kematiannya menimbulkan gelombang demonstrasi besar di AS.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Eks polisi Minneapolis yang didakwa melakukan pembunuhan dalam kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam pada 25 Mei lalu, bersama istrinya, menghadapi dakwaan pengemplangan pajak.

Melansir Fox News, Derek Chauvin (46) dan istrinya, Kellie May Chauvin (45) masing-masing dituntut di Washington County pada Rabu lalu dengan 6 tuduhan pengajuan pengembalian pajak palsu atau penipuan pada 2014 sampai 2019.

Serta, 3 tuduhan tidak membayar pengembalian pajak untuk tahun 2016, 2017 dan 2018.

Baca juga: Sebelum Tewas, George Floyd Sempat Diminta Berhenti Berteriak oleh Derek Chauvin

 

Penghasilan Chauvin dan istrinya yang tidak dilaporkan dari 2014 sampai 2019 berjumlah lebih dari 464.000 dollar AS (sekitar Rp 6,8 miliar) dan mereka diduga memiliki pajak sekitar 22.000 dollar AS (sekitar Rp 321 juta) sebagaimana dilaporkan Tribun Star.

Dengan denda, pengajuan terlambat dan denda, mereka kini berutang sebesar 37.868 dollar AS (sekitar Rp 553 juta) berdasarkan tuntutan.

Chauvin kini telah ditahan atas tuduhan dalam kasus pembunuhan terhadap George Floyd. Ada pun istrinya yang mengajukan gugatan cerai pasca kematian pria kulit hitam itu, tidak ditahan.

Baca juga: Meski Bersalah, Derek Chauvin, Eks Polisi Pembunuh George Floyd, Dapat Pensiun Rp 14 Miliar

Jaksa Wilayah Washington, Pete Orput mengatakan penyelidikan terhadap Chauvin dan istrinya dimulai pada Juni lalu oleh Departemen Pendapatan Minnesota dan Departemen Kepolisian Oakdale.

Pihak berwenang menuduh dalam pengaduan pidana bahwa Chauvin dan istrinya telah gagal mengajukan pengembalian pajak penghasilan dan membayar pajak pendapatan negara.

Mereka juga kedapatan tidak melaporkan dan tidak membayar pajak-pajak dari berbagai pendapatan mereka setiap tahunnya.

Baca juga: Derek Chauvin, Eks Polisi Pembunuh George Floyd, Sempat Minta Kesepakatan Sebelum Ditangkap

Laporan tuduhan itu mengatakan bahwa mereka juga tidak membayar pajak penjualan layak atas BMW yang dibeli di Minnesota pada 2018.

Jaksa mengatakan pasangan suami-istri itu membeli mobil di Minnetonka tetapi mendaftarkannya di Florida, di mana mereka dapat membayar pajak penjualan yang lebih rendah di sana.


Sumber Fox News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Global
Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Global
Makna Dibalik 'Background' Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Makna Dibalik "Background" Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Global
Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Global
Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Global
Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Global
Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Global
Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Global
Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Global
Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Global
Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Global
Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Global
Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Global
Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Global
Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Global
komentar
Close Ads X