Twitter Blokir QAnon, Siapa Mereka?

Kompas.com - 23/07/2020, 13:09 WIB
Ilustrasi QAnon GETTY IMAGES via BBCIlustrasi QAnon

KOMPAS.com - Platform media sosial Twitter telah mengumumkan tindakan keras terhadap teori konspirasi QAnon dengan menghapus ribuan akun dan memblokir alamat web yang terhubung ke video serta situs web yang menyebarkan ide-ide aneh QAnon.

Lebih dari 7.000 akun telah dihapus dalam beberapa pekan terakhir menurut Twitter. QAnon bisa diidentifikasi sebagai gerakan pinggiran yang menarik perhatian online terutama di Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Gara-gara Kena Prank Fans K-Pop, Manajer Kampanye Trump Didepak

Apa itu QAnon dan bagaimana permulaannya?

Melansir BBC, QAnon adalah teori konspirasi yang beredar luas dan tidak berdasar yang mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump mengobarkan perang rahasia melawan para paedofil pemuja elit Setan di pemerintahan, bisnis dan media.

QAnon percaya bahwa orang berspekulasi pertarungan tersebut akan mengarah pada hari pembalasan di mana orang-orang terkemuka layaknya Hillary Clinton akan ditangkap dan dieksekusi.

Baca juga: Berubah-ubah, Kini Trump Minta Rakyatnya Pakai Masker

Itu adalah cerita dasarnya, namun ada begitu banyak cabang, kabar simpang siur dan debat internal sehingga banyak klaim QAnon yang sangat besar dan seringkali bertentangan.

Halaman:

Sumber BBC
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Papan Selancar Hilang di Hawaii, Hanyut 8.000 Km sampai Filipina

Papan Selancar Hilang di Hawaii, Hanyut 8.000 Km sampai Filipina

Global
Genjot Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen, China Luncurkan Kebijakan Baru

Genjot Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen, China Luncurkan Kebijakan Baru

Global
Biden Sebut Langkah Trump Ganti Hakim Agung AS adalah 'Penyalahgunaan Kekuasaan'

Biden Sebut Langkah Trump Ganti Hakim Agung AS adalah "Penyalahgunaan Kekuasaan"

Global
AS Catat Rekor 1 Hari 1 Juta Tes Covid-19, Pakar Sebut Ideal 6-10 Juta 1 Hari

AS Catat Rekor 1 Hari 1 Juta Tes Covid-19, Pakar Sebut Ideal 6-10 Juta 1 Hari

Global
Mengaku Pencipta Racun Novichok, Ilmuwan Ini Minta Maaf ke Navalny

Mengaku Pencipta Racun Novichok, Ilmuwan Ini Minta Maaf ke Navalny

Global
Sehari Setelah Dipasang, Plakat yang Menentang Raja Thailand Dicopot

Sehari Setelah Dipasang, Plakat yang Menentang Raja Thailand Dicopot

Global
Larangan Download Ditangguhkan, WeChat Batal Diblokir AS?

Larangan Download Ditangguhkan, WeChat Batal Diblokir AS?

Global
China Temukan Virus Corona pada Kemasan Cumi-cumi Impor

China Temukan Virus Corona pada Kemasan Cumi-cumi Impor

Global
Wanita Diduga Pengirim Surat Beracun untuk Trump Diamankan Polisi

Wanita Diduga Pengirim Surat Beracun untuk Trump Diamankan Polisi

Global
Mantan Raja Tersandung Skandal Pajak, Spanyol Diusulkan jadi Republik

Mantan Raja Tersandung Skandal Pajak, Spanyol Diusulkan jadi Republik

Global
Trump Tak Mau Tunda Pemilihan Sosok Pengganti Hakim Agung AS

Trump Tak Mau Tunda Pemilihan Sosok Pengganti Hakim Agung AS

Global
Satu Bulan Undur Pemilu, Krisis dan Perubahan Iklim Jadi Isu Utama Kampanye di Selandia Baru

Satu Bulan Undur Pemilu, Krisis dan Perubahan Iklim Jadi Isu Utama Kampanye di Selandia Baru

Global
Berani Menentang Raja, Ini Penyebab Demo Thailand dan Prediksi Selanjutnya

Berani Menentang Raja, Ini Penyebab Demo Thailand dan Prediksi Selanjutnya

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Cara 'Santai' Swedia Tangani Virus Corona | Militer Turki Desak Presiden Erdogan untuk Lawan Eropa

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Cara "Santai" Swedia Tangani Virus Corona | Militer Turki Desak Presiden Erdogan untuk Lawan Eropa

Global
Presiden Iran Hassan Rouhani: AS Mendekati Kekalahan Lawan Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani: AS Mendekati Kekalahan Lawan Iran

Global
komentar
Close Ads X