Kampanye Presiden AS Tak Biasa Kanye West: Aborsi hingga Menangis

Kompas.com - 21/07/2020, 13:31 WIB
Kanye West bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 11 Oktober 2018. Kanye West, rapper yang mendesak pendengar untuk mendengarkan lagu reach for the sarts, so if you fall, yaou land on a cloud, dilaporkan pada July 4, 2020, ia menantang Donald Trump. SAUL LOEB / AFPKanye West bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 11 Oktober 2018. Kanye West, rapper yang mendesak pendengar untuk mendengarkan lagu reach for the sarts, so if you fall, yaou land on a cloud, dilaporkan pada July 4, 2020, ia menantang Donald Trump.

Dia menambahkan: "Saya hampir saja membunuh putri saya... bahkan ketika istri saya ( Kim Kardashian) akan menceraikan saya setelah pidato ini, dia akan membawa North (putrinya) ke dalam dunia, bahkan ketika saya tidak menginginkannya."

Baca juga: Kanye West Menangis Cerita tentang Ibunya dan Kim Kardashian yang Nyaris Lakukan Aborsi

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa dia meyakini aborsi harus tetap legal, tapi harus ada ketersediaan anggaran untuk mendukung ibu-ibu baru yang berjuang - menunjukkan bahwa "setiap orang yang memiliki bayi baru harus mendapatkan satu juta dolar"

"Satu-satunya hal yang dapat membebaskan kita adalah dengan mematuhi aturan yang diberikan pada kita untuk tanah yang dijanjikan," katanya. " Aborsi harusnya legal, karena apa? Lagi pula, aturan ini bukan dibawa oleh Tuhan, jadi apa legalitasnya?"

Dalam momen lainnya, dia memberikan sebuah monolog dadakan tentang pejuang penghapusan perbudakan, Harriet Tubman di abad ke-19.

"Harriet Tubman tak pernah benar-benar membebaskan para budak, dia hanya meminta para budak-budak itu pergi bekerja untuk orang kulit putih," katanya.

Tubman terlahir di dunia perbudakan, tapi dia berhasil melarikan diri dari perkebunan Maryland pada 1849 pada usia 27 tahun. Dia kemudian kembali ke Selatan untuk membebaskan budak-budak lain di jaringan rute ini dan rumah aman yang dikenal sebagai "kereta bawah tanah", mempertaruhkan nyawanya untuk membebaskan perbudakan.

Mata West kembali berkaca-kaca ketika berbicara tentang almarhumah ibunya yang meninggal pada 2007 karena komplikasi selama menjalani operasi kecantikan.

Baca juga: Maju ke Pemilu AS 2020, Kanye West Serahkan Berkas Resmi Pertamanya

Bagaimana reaksi audiens?

Pidato West disambut dengan kemarahan sejumlah orang - sebagian besar dipicu karena komentarnya tentang Tubman - tetapi ada juga yang prihatin dengan kesejahteraan West.

Profesor Jason Nichols, seorang dosen senior dalam studi Afrika-Amerika di University of Maryland, mengaku khawatir penampilan West yang bertele-tele mengarah ke gejala depresi "episode manik" - meskipun menyadari bukan psikolog.

"Dia telah mengakui di masa lalunya telah berjuang melawan penyakit mental dan bahwa kadang-kadang dia tidak menjalani pengobatan.

Baca juga: Kanye West Batal Calonkan Diri Jadi Presiden AS

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi

Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi

Global
Uji Coba Sistem Rudal S-400, Turki Diancam Sanksi oleh AS

Uji Coba Sistem Rudal S-400, Turki Diancam Sanksi oleh AS

Global
Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Global
Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Global
Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua

Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua

Global
Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Global
Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Global
[POPULER GLOBAL] Tahanan Ini Sudah Bunuh 48 Narapidana | Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad

[POPULER GLOBAL] Tahanan Ini Sudah Bunuh 48 Narapidana | Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad

Global
1 Juta Pasien Covid-19 India Sembuh dalam 13 Hari

1 Juta Pasien Covid-19 India Sembuh dalam 13 Hari

Global
Hewan Laut Banyak yang Mati di Kamchatka, Apa Penyebabnya?

Hewan Laut Banyak yang Mati di Kamchatka, Apa Penyebabnya?

Global
Ranjau yang Dipasang untuk Cegah Pembelot Meledak, Puluhan Tentara Korut Terluka

Ranjau yang Dipasang untuk Cegah Pembelot Meledak, Puluhan Tentara Korut Terluka

Global
Digambarkan secara Cabul, Erdogan Sebut Charlie Hebdo Brengsek

Digambarkan secara Cabul, Erdogan Sebut Charlie Hebdo Brengsek

Global
Australia Mulai Buka Perbatasan Antar-negara bagian

Australia Mulai Buka Perbatasan Antar-negara bagian

Global
'Tolong Bilang Istri Saya, Telepon Ini Tidak Bisa Diperbaiki'

"Tolong Bilang Istri Saya, Telepon Ini Tidak Bisa Diperbaiki"

Global
Hilang 12 Hari Saat 'Perjalanan Spiritual', Wanita Ini Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Hilang 12 Hari Saat 'Perjalanan Spiritual', Wanita Ini Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Global
komentar
Close Ads X