Kompas.com - 25/06/2020, 10:35 WIB
Vladimir Putin menunggang kuda saat liburan di Siberia Selatan pada Agustus 2009 silam. GETTY IMAGES via BBC IndonesiaVladimir Putin menunggang kuda saat liburan di Siberia Selatan pada Agustus 2009 silam.

KOMPAS.com - "Tanpa Putin, tidak ada Rusia." Ini adalah pandangan deputi kepala staf Kremlin yang juga disuarakan jutaan warga Rusia yang selama dua dekade terakhir menempatkan Vladimir Putin pada tampuk kekuasaan, apakah itu dalam wujud perdana menteri atau presiden.

Mandat itu amat mungkin diperbarui pada 1 Juli, setelah jutaan warga Rusia berpartisipasi dalam referendum guna mengubah konstitusi.

Jika khalayak sepakat konstitusi diubah, Putin akan dapat mencalonkan diri lagi sebagai presiden untuk dua masa jabatan hingga 2036 mendatang.

Pada usianya yang mencapai 67 tahun, Putin tidak menampik dirinya akan kembali mengikuti pemilihan presiden setelah 2024, saat masa jabatannya saat ini berakhir.

Referendum itu sendiri akan digelar sehari setelah parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskow, guna memperingati 75 tahun kekalahan Nazi Jerman dan berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.

Pertunjukan militer itu siap mendongkrak semangat patriotik warga Rusia seiring dengan dibukanya karantina wilayah alias lockdown, sepekan lebih maju dari yang direncanakan wali kota Moskow.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kalangan kritikus menilai langkah itu sengaja digelar demi popularitas sang presiden.

Baca juga: Putin: Dunia Berutang Budi pada Uni Soviet

Mengapa digelar referendum?

Dua warga kawasan otonomi Khanty-Mansi memberikan suara mereka lebih awal dalam referendum konstitusi Rusia 2020.GETTY IMAGES via BBC Indonesia Dua warga kawasan otonomi Khanty-Mansi memberikan suara mereka lebih awal dalam referendum konstitusi Rusia 2020.

Pada Januari 2020, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menggagas agar konstitusi diamandemen berdasarkan pemungutan suara rakyat.

Salah satu hal yang diamandemen adalah masa jabatan presiden diperpanjang dua masa jabatan, sehingga Putin bisa kembali menjadi presiden.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Eksekusi 40 Orang dalam 6 Bulan

Arab Saudi Eksekusi 40 Orang dalam 6 Bulan

Global
Sosok Jerapah Betina Tua atau 'Nenek', Diduga Punya Peran Besar bagi Kelompok Jerapah

Sosok Jerapah Betina Tua atau "Nenek", Diduga Punya Peran Besar bagi Kelompok Jerapah

Global
PM Malaysia Tidak Akan Mengundurkan Diri, tapi...

PM Malaysia Tidak Akan Mengundurkan Diri, tapi...

Global
Profil Pemimpin Dunia: Yoshihide Suga, Perdana Menteri Jepang

Profil Pemimpin Dunia: Yoshihide Suga, Perdana Menteri Jepang

Global
Resmi Jadi Presiden Baru, Ebrahim Raisi Bertekad Lepaskan Iran dari “Penindasan” AS

Resmi Jadi Presiden Baru, Ebrahim Raisi Bertekad Lepaskan Iran dari “Penindasan” AS

Global
Taliban dan Pasukan Afghanistan Perang Sengit, Bagaimana Perbandingan Kekuatan Mereka?

Taliban dan Pasukan Afghanistan Perang Sengit, Bagaimana Perbandingan Kekuatan Mereka?

Global
Ganda Putri China yang Dikalahkan Greysia-Apriyani Sempat Meyumpahi Pemain Korea Selatan

Ganda Putri China yang Dikalahkan Greysia-Apriyani Sempat Meyumpahi Pemain Korea Selatan

Global
Ulang Tahun ke-60, Inilah Kisah Barack Obama, 'Si Anak Menteng' yang Jadi Presiden AS ke-44

Ulang Tahun ke-60, Inilah Kisah Barack Obama, "Si Anak Menteng" yang Jadi Presiden AS ke-44

Global
Kelompok Bersenjata Serang Rumah Menhan Afghanistan, 4 Orang Tewas

Kelompok Bersenjata Serang Rumah Menhan Afghanistan, 4 Orang Tewas

Global
4 Agustus dalam Sejarah: Inggris Deklarasikan Perang Lawan Jerman pada 1914

4 Agustus dalam Sejarah: Inggris Deklarasikan Perang Lawan Jerman pada 1914

Global
Tentara Afghanistan dan Taliban Bertempur Sengit, Warga Lashkar Gah Terjebak

Tentara Afghanistan dan Taliban Bertempur Sengit, Warga Lashkar Gah Terjebak

Global
Gertak Rusia dan China, AS Gelar Latihan Militer Terbesar dalam 40 Tahun

Gertak Rusia dan China, AS Gelar Latihan Militer Terbesar dalam 40 Tahun

Global
UMNO Tarik Dukungan, PM Malaysia Kehilangan Suara Mayoritas

UMNO Tarik Dukungan, PM Malaysia Kehilangan Suara Mayoritas

Global
Skotlandia akan Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19 Mulai 9 Agustus

Skotlandia akan Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19 Mulai 9 Agustus

Global
Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Global
komentar
Close Ads X