Kompas.com - 31/05/2020, 07:00 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin (kiri), berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Economic Action Council (EAC), di Kantor Perdana Menteri, Putrajaya, Malaysia, Senin (16/3/2020). FAZRY ISMAIL/EPA-EFEPerdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin (kiri), berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Economic Action Council (EAC), di Kantor Perdana Menteri, Putrajaya, Malaysia, Senin (16/3/2020).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Partai Pribumi Bersatu Malaysia (selanjutnya disebut Bersatu) tidak memecat Dr Mahathir Mohammad dan empat anggota lainnya dari partai itu, menurut Muhyiddin Yassin yang mengklarifikasi pada Sabtu (30/5/2020).

Akan tetapi menurut Muhyiddin, lima orang itu secara otomatis kehilangan keanggotaan mereka ketika mereka memilih untuk berada di antara kubu oposisi selama rapat parlemen pada 18 Mei lalu.

Dilansir Malay Mail, partai Bersatu merupakan bagian dari aliansi Perikatan Nasional yang berkuasa dan anggota parlemennya duduk di antara anggota oposisi selama sebuah pertemuan satu hari yang tidak biasa.

Baca juga: Mahathir Mohamad Dipecat Partai Bersatu, bersama Putranya dan Syed Saddiq

Selanjutnya, Muhyiddin bersikeras bahwa dia tidak bertindak terburu-buru dalam hal memanggil Dr Mahathir dan faksinya untuk diberi sanksi.

"Kami jelas kecewa dengan pilihan Dr Mahathir yang tidak berada bersama kami di bagian partai kami serta berjuang sebagaimana ditentukan oleh Mahkamah Agung.

Dr M dan pendukungnya telah memilih untuk terus bekerja sama dengan Pakatan Harapan meski partai itu telah memutuskan hal yang sebaliknya. Jika itu keputusan Dr Mahathir, saya harap mereka berhasil," ungkap Muhyiddin Yassin dalam pernyataannya pada Sabtu (30/5/2020).

Baca juga: Mahathir: Jika Saya Ingin Berkhianat, Saya Sudah Jadi PM Lewat Kubu Lain

Dia bersikeras bahwa dirinya harus bersikap adil dalam menegakkan konstitusi partai tanpa memandang posisi mereka yang telah melanggar pasal-pasal tersebut.

Muhyiddin kemudian berusaha untuk mengumpulkan anggota Bersatu dan mendesak mereka untuk menutup barisan yang mampu memperkuat administrasi yang dibentuk dengan sekutu partai.

Sekretaris organisasi Bersatu, Muhammad Suhaimi Yahya menginformasikan Mahathir, Mukhriz Mahathir, Amiruddin Hamzah, Syed Saddiq Abdul Rahman dan Maszlee Malik pada Kamis bahwa keanggotaan mereka dicabut karena telah duduk di pihak Oposisi pada 18 Mei.

Baca juga: Mahathir Mohamad Berjanji Akan Lengserkan PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Hal itu mendorong sekjen Bersatu Marzuki Yahya yang diperselisihkan dengan mengeluarkan surat penghentian kepada Muhammad Suhaimi karena melanggar aturan partai dalam pemecatan kelima anggota tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Detik-detik Petugas Kereta Api Menyelamatkan Anak yang Terjatuh di Rel dan Hampir Tersambar Kereta

Video Detik-detik Petugas Kereta Api Menyelamatkan Anak yang Terjatuh di Rel dan Hampir Tersambar Kereta

Global
Sejarah Islam di China Berkembang Pesat Sejak Abad ke-7, Sebelum Komunis Berkuasa

Sejarah Islam di China Berkembang Pesat Sejak Abad ke-7, Sebelum Komunis Berkuasa

Internasional
Presiden Chad Tewas Saat Perang Lawan Pemberontak

Presiden Chad Tewas Saat Perang Lawan Pemberontak

Global
Terungkap Warisan Pangeran Philip untuk Salah Satu Cucunya

Terungkap Warisan Pangeran Philip untuk Salah Satu Cucunya

Global
Dokter Tak Bisa Masuk Rumah Sakit Tempat Navalny Dirawat

Dokter Tak Bisa Masuk Rumah Sakit Tempat Navalny Dirawat

Global
Kisah Kota Kuno di AS, Penduduknya Gemar Pesta Berhari-hari

Kisah Kota Kuno di AS, Penduduknya Gemar Pesta Berhari-hari

Global
China Terus Bentrok dengan Negara Barat, Begini Pembelaan Xi Jinping

China Terus Bentrok dengan Negara Barat, Begini Pembelaan Xi Jinping

Global
Ustaz Malaysia Dikecam Netizen karena Foto Bareng Selebgram Seksi

Ustaz Malaysia Dikecam Netizen karena Foto Bareng Selebgram Seksi

Global
Karena Kawin Lari, Pria India Ini Dihukum Jilat Ludah dan Minum Kencing

Karena Kawin Lari, Pria India Ini Dihukum Jilat Ludah dan Minum Kencing

Global
Orang Aborigin Tertua di Australia, Bagaimana Hidupnya?

Orang Aborigin Tertua di Australia, Bagaimana Hidupnya?

Global
Kisah Perang: Sejarah Penaklukan Konstantinopel oleh Turki Ottoman

Kisah Perang: Sejarah Penaklukan Konstantinopel oleh Turki Ottoman

Internasional
China Dukung Warganya Saling Melaporkan karena Mengunggah 'Opini Sesat' di Internet

China Dukung Warganya Saling Melaporkan karena Mengunggah "Opini Sesat" di Internet

Global
Filipina Siap Kerahkan Kapal Militer ke Laut China Selatan

Filipina Siap Kerahkan Kapal Militer ke Laut China Selatan

Global
India Perlebar Program Vaksin Covid-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas, Bagaimana Dampaknya ke Pasokan Global

India Perlebar Program Vaksin Covid-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas, Bagaimana Dampaknya ke Pasokan Global

Global
Mayat Penderita Covid-19 Tersapu ke Pantai, Vanuatu Tutup Negaranya Selama 3 Hari

Mayat Penderita Covid-19 Tersapu ke Pantai, Vanuatu Tutup Negaranya Selama 3 Hari

Global
komentar
Close Ads X