Demonstrasi Tewasnya George Floyd, Massa Terbagi ke Dua Kubu di Minneapolis

Kompas.com - 30/05/2020, 23:44 WIB
Demonstran berkumpul di depan Kantor Polisi Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS) pada Kamis malam (28/5/2020) waktu setempat. Mereka memprotes keras kematian pria kulit hitam George Floyd akibat lehernya diinjak polisi, saat ditangkap karena dugaan pemakaian uang palsu. Akibat demonstrasi ini, Kantor Polisi Minneapolis dibakar, toko-toko juga dibakar dan dijarah. AFP/KEREM YUCELDemonstran berkumpul di depan Kantor Polisi Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS) pada Kamis malam (28/5/2020) waktu setempat. Mereka memprotes keras kematian pria kulit hitam George Floyd akibat lehernya diinjak polisi, saat ditangkap karena dugaan pemakaian uang palsu. Akibat demonstrasi ini, Kantor Polisi Minneapolis dibakar, toko-toko juga dibakar dan dijarah.

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Massa yang melancarkan demonstrasi menentang kematian George Floyd terbagi ke dua kubu di Minneapolis.

Satu kubu fokus menuntut keadilan, sedangkan yang lain membuat kekacauan dan melakukan penjarahan.

Dari foto dan video yang beredar, nyala api menyinari langit malam dan bau asap yang pekat menyelimuti jalanan di Minneapolis, beberapa ratus meter dari kantor polisi yang dibakar.

Baca juga: Sebelum Kematian George Floyd, Rasisme di Minneapolis Sudah Marak Terjadi

"Alasan sebenarnya kami di sini adalah karena polisi terus membunuh orang kulit hitam di seluruh Amerika Serikat," kata seorang pemuda Afrika-Amerika yang enggan disebut namanya.

Saat diwawancarai AFP, wajahnya ditutupi masker tapi tidak diketahui apakah untuk melindungi diri dari virus corona atau dari gas air mata.

Dia mengatakan, dirinya hadir untuk memprotes secara damai pada Jumat (29/5/2020) dengan teman-temannya, meski aturan jam malam saat wabah virus corona masih berlaku.

"Kita di tahun 2020 dan kita sedang menghadapi masalah yang sama di tahun 60-an... sepertinya Minneapolis akhirnya mencapai titik puncaknya."

"George Floyd bukan yang pertama," tambah Jerry (29) yang berkulit putih. "Apa yang harus kamu lakukan, duduk dan pasrah?"

Baca juga: Rusuh Kematian George Floyd Meluas Hampir ke Seluruh AS

Lebih dari 1.000 orang tewas ditembak polisi di AS tahun lalu, menurut The Washington Post. Banyak penembakan itu melibatkan orang kulit hitam.

Dalam kasus Floyd, ia tewas setelah polisi menindih lehernya dengan lutut. Pelaku yang merupakan polisi bernama Derek Chauvin kemudian ditangkap dan dijerat dengan pasal berlapis.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X