Infeksi Virus Corona di AS Capai 300.000 Orang, Trump Beri Peringatan

Kompas.com - 05/04/2020, 07:46 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence ketika memberikan keterangan pers mengenai virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 17 Maret 2020. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Drew AngererPresiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence ketika memberikan keterangan pers mengenai virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 17 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan setelah korban infeksi virus corona mencapai 300.000 orang.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh situs Worldometers, saat ini terdapat 309.728 kasus penularan yang telah terkonfirmasi.

Jumlah itu didapat setelah dalam 24 jam terakhir, AS mengumumkan adanya 32.567 infeksi baru virus corona. Kemudian terdapat 8.441 korban meninggal.

Baca juga: Tak Pakai Masker di Tengah Virus Corona, Ini Alasan Presiden Trump

Dalam konferensi pers Sabtu (4/4/2020), Trump memperingatkan bahwa mereka akan mengalami "banyak korban meninggal" pada pekan depan.

Dilansir Sky News, presiden 73 tahun ini kembali menekankan bahwa pekan ini dan minggu depan merupakan momen tersulit yang mereka hadapi.

"Sayangnya, bakal terjadi banyak korban meninggal. Mungkin jumlahnya tidak sebanyak yang diprediksi, Tetapi akan terjadi," kata dia.

Dia mengaku sudah menghubungi Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo, sebagai wilayah yang paling terdampak Covid-19.

Dikutip Al Jazeera, sejauh ini New York mencatatkan 113.704 kasus positif, dengan 63.306 di antaranya terjadi di New York City.

Baca juga: Trump Ragukan Data Kasus Virus Corona di China

Dalam keterangannya, Trump memaparkan bahwa dirinya dan Cuomo "bekerja keras" untuk menyediakan sumber daya tambahan guna memerangi wabah.

Salah satu rencana yang dibahas dalam menempatkan 1.000 tentara di seantero New York City, di mana militer juga bakal dikerahkan ke wilayah AS lainnya.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sah! Undang Undang Keamanan Baru untuk Hong Kong Diresmikan Parlemen China

Sah! Undang Undang Keamanan Baru untuk Hong Kong Diresmikan Parlemen China

Global
Hilang 2 Tahun, Pria Ini Berhasil Ditemukan Berkat Video TikTok Polisi

Hilang 2 Tahun, Pria Ini Berhasil Ditemukan Berkat Video TikTok Polisi

Global
Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Global
Dompet Dhuafa AS Bagikan Paket Makanan ke Petugas Medis

Dompet Dhuafa AS Bagikan Paket Makanan ke Petugas Medis

Global
Warga Afghanistan Lebih Khawatir Meninggal Kelaparan daripada karena Terinfeksi Virus Corona

Warga Afghanistan Lebih Khawatir Meninggal Kelaparan daripada karena Terinfeksi Virus Corona

Global
Pakistan Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Lacak Pasien Covid-19

Pakistan Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Lacak Pasien Covid-19

Global
Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 Selandia Baru Sudah Pulang dari RS

Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 Selandia Baru Sudah Pulang dari RS

Global
Menlu AS: Hong Kong Tak Lagi Otonom dari China

Menlu AS: Hong Kong Tak Lagi Otonom dari China

Global
Kekurangan Dana, WHO Dirikan Yayasan Bantuan Krisis Virus Corona

Kekurangan Dana, WHO Dirikan Yayasan Bantuan Krisis Virus Corona

Global
Ikut Uji Coba Vaksin Covid-19, Relawan AS Demam Tinggi, Mual, Lalu Pingsan

Ikut Uji Coba Vaksin Covid-19, Relawan AS Demam Tinggi, Mual, Lalu Pingsan

Global
Bapak Bunuh Anak Gadis 14 Tahun karena Hendak Menikah, Publik Iran Marah Besar

Bapak Bunuh Anak Gadis 14 Tahun karena Hendak Menikah, Publik Iran Marah Besar

Global
Cegah Covid-19, Jemaat Gereja Jerman Dilarang Bernyanyi Saat Kebaktian

Cegah Covid-19, Jemaat Gereja Jerman Dilarang Bernyanyi Saat Kebaktian

Global
Bicarakan AS di Kongres Rakyat Nasional, China Naikkan Bujet Pertahanan

Bicarakan AS di Kongres Rakyat Nasional, China Naikkan Bujet Pertahanan

Global
[POPULER GLOBAL] Gadis Iran Dibunuh Ayahnya Secara Brutal | Covid-19 Tewaskan Pembunuh Terkenal

[POPULER GLOBAL] Gadis Iran Dibunuh Ayahnya Secara Brutal | Covid-19 Tewaskan Pembunuh Terkenal

Global
Perempuan di Ukraina Pakai Celana Dalam sebagai Masker

Perempuan di Ukraina Pakai Celana Dalam sebagai Masker

Global
komentar
Close Ads X