Kompas.com - 22/05/2022, 17:04 WIB

KOMPAS.com - Cita rasa biasanya menjadi faktor utama penilaian makanan bagi banyak orang. Tampilan berupa warna dan tekstur hidangan menyusul setelahnya.

Meski kerap dianggap sebagai faktor pendukung, plating atau tata makanan sebenarnya tidak kalah penting dari cita rasa.

"Plating itu presentasi makanan ketika kita makan ya. Jadi memang harus dikuasai dari segi pemilihan piring hingga makanannya," kata Food Consultant sekaligus Chef Tan Leornadi Ali.

Pasalnya, plating kerap menjadi daya tarik pertama saat makanan tersaji di atas piring atau etalase tempat makan.

Warna menarik, tekstur, hingga komposisi makanan yang sesuai porsi penyajian, terkadang menjadi pertimbangan besar bagi orang sebelum membeli atau menyantap suatu hidangan.

Jika dilihat dari sudut pandang lainnya, yakni si pembuat hidangan, plating dinilai penting karena memengaruhi nilai jual makanan.

"Kalau kita penjual, yang pasti tujuannya cuan. Jadi apa pun itu, kita sih jangan berharap kalau tamu yang duduk dan punya ekspetasi tinggi itu bisa selaras sama harapan kita," ujar Chef Chandra Yudasswara, koki selebriti sekaligus pemilik restoran.

Baca juga:

Ilustrasi seni menata makanan di atas wadah saji. SHUTTERSTOCK/GOLUBOVY Ilustrasi seni menata makanan di atas wadah saji.

Ekspektasi tinggi dari orang yang menyantap makanan sebenarnya bisa saja terpenuhi bila tata makanan yang disajikan sesuai harapan.

Chandra mengatakan, penambahan nilai jual makanan melalui plating ini bisa dimulai dari hal kecil namun berdampak besar, seperti pemilihan piring dan topping makanan.

Piring yang digunakan untuk menyajikan makanan harus sesuai, tidak boleh asal pakai.

"Kalau komposisi makanannya tidak seimbang dengan piringnya, piringnya malah mendominasi makanannya," kata Chandra dalam acara workshop Chef Expo 2022 di Jakarta International Expo, Jumat (21/5/2022).

Sementara untuk topping, ia mencontohkan penyajian nasi goreng yang terus berkembang sejak dulu hingga kini.

"Plating nasi goreng dari warna dan komposisinya itu sudah lebih baik sekarang daripada zaman dulu," ujar Chandra.

"Zaman dulu, kalau naik kereta Jakarta-Bandung, nasi gorengnya itu paling cuma dikasih telur ceplok. Kalau sekarang, sudah beragam," pungkasnya.

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.