Kompas.com - 21/01/2022, 20:07 WIB
Penulis Lea Lyliana
|

KOMPAS.com - Nasi kusing atau sego kucing adalah menu utama di angkringan. Sajian tersebut biasanya berisi nasi dengan lauk sederhana seperti sambal teri dan oseng tempe. 

Beberapa angkringan modern lauk tersebut lebih banyak macamnya, ada udang, jambal, hingga telur. 

Lantas, sebetulnya mengapa hidangan ini disebut dengan nasi kucing? Berikut penjelasan ringkasnya. 

Baca juga:

Kenapa dinamai nasi kucing?

Gunadi S.Pd.I atau akrab disapa Gugun selaku inisiator Desa Cikal Bakal Angkringan Ngerangan Klaten mengatakan bahwa penyebutan nasi kucing merujuk pada lauk awalnya. 

Mulanya nasi kucing berisi sambal, gereh pindang, serta sedikit nasi. Gereh pindang sendiri merupakan satu lauk yang umum digunakan sebagai makanan kucing.

Karena hal tersebut masyarakat mulai menamai hidangan ini dengan sebutan nasi kucing atau sego kucing.  

"Istilah sego kucing itu karena di situ menu awalnya ada sambal sama gereh, terus nasinya sedikit. Nah gereh itu senengannya kucing, gereh pindang keranjangan itu," jelas Gugun, Rabu (18/01/2022).

"Makanya disebut sego kucing karena dulu menunya makanannya kucing," tambahnya.

Nasi kucing lauk teri dan sate usus dari Warung Klangenan. KOMPAS.com/ Lea Lyliana Nasi kucing lauk teri dan sate usus dari Warung Klangenan.

Kendati demikian ada pula yang mengatakan bahwa nama nasi kucing dipilih karena porsinya yang sedikit. Menurut Gugun hal tersebut pun tidak keliru sebab nyatanya porsi nasi kucing pun sedikit.

"Itu persepi tapi bisa jadi seperti itu. Karena menu atau porsinya untuk kucing sedikit juga bisa," ungkap Gugun. 

Baca juga:

Lebih lanjut, Gugun menjelaskan bahwa pada awalnya lauk nasi kucing adalah gereh pidang. Namun seiring berjalannya waktu nasi kucing justru identik dengan sambal teri.

"Menu awal itu ada sambal, gereh, sama nasi sedikit itu. Mungkin teri itu karena mungkin habis pindangnya, habis gerehnya karena kan itu pengembang saja," ujar Gugun.

Dewasa ini menu nasi kucing semakin beragam. Menu tersebut biasanya berkembang sesuai dengan daerah tempat tinggal. Misalnya nasi dengan sambal wader, belut, dan lain-lainnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.